Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Irwan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berhenti untuk menyalahkan para pendahulunya.
Hal tersebut disampaikan Irwan berkaitan dengan jawaban Jokowi terhadap kritikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas soal Indeks Gini Ekonomi di acara pembukaan Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Pak Jokowi harus berhenti selalu salahkan pendahulunya," kata Irwan lewat cuitanya di twitter @irwan_fecho seperti dikutip Suara.com, Senin (13/12/2021).
Dalam menjawab Anwar Abbas soal Indeks Gini bidang pertanahan, Jokowi saat ini proses pendistribusian reforma agraria masih berlangsung.
Dia mengemukakan, target pemerintah soal reforma agraria yang sudah dicapai sebanyak 4,3 juta hektar dari 12 juta hektare yang dibagikan.
"Penguasaan lahan, penguasaan tanah. Apa yang disampaikan oleh Buya betul. Tapi bukan saya yang membagi. Ya harus saya jawab. Harus saya jawab. Dan kita sekarang ini dalam proses mendistribusi reforma agraria yang target kita sudah mencapai 4,3 juta hektar dari target 12 juta dari yang ingin kita bagi," katanya.
Menanggapi hal itu, Irwan kemudian membandingkan soal izin lahan untuk Hak Guna Usaha pada periode Jokowi dengan apa yang terjadi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jumlah izin HGU yang terbit dari pelepasan kawasan hutan priode 2015-2021 ada 212 HGU dengan luasan 2.172.714 Ha. Jaman bapak SBY 2005-2014 cuma ada 34 izin HGU dengan luasan 128.239 Ha dari pelepasan kawasan hutan. Menterinya tidak boleh ABS (asal bapak senang)," tutur pria yang akrab disapa Irwan Fecho itu.
Irwan mengatakan, dengan data tersebut buzzer tidak akan bisa membantah.
Baca Juga: Lembaga Survei ini Beberkan 3 Figur Capres 2024 dari Klaster Menteri, Kader PDIP Teratas
"Buzzerp mana bisa bantah. Dikasih data HGU dari Pelepasan Kawasan Hutan rezim Jokowi untuk dibantah, malah ngasih data hoax Izin Usaha Pengusahaan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam & Hutan Tanaman. Nanti saya share bukti bahwa rezim Jokowi banyak nerbitkan izin HPH dan HTI sejak 2005-2021," tuturnya.
"Apakah Pak Jokowi tidak tahu dalam pemerintahannya justru brdsrkn data SIPUHH Online @KementerianLHK sepanjang 2015-2021 untuk IUPHHK Hutan Alam/Hutan Tanaman saja ada 3.820 ijin yg terbit. Di jaman bpk SBY justru 2.350 ijin. Bu @SitiNurbayaLHK apakah tdk memberi data riil ke beliau?," sambungnya.
Jokowi vs Anwar Abbas
Sebelumnya, Waketum MUI Anwar Abbas menyebut Indeks Gini Ekonomi Indonesia turun saat Kepemimpinan Presiden Jokowi.
Anwar menyebut, sebelumnya Indeks Gini Ekonomi Indonesia berada di 0,41 persen. Namun, saat Jokowi memimpin Indonesia, Indeks Gini Ekonomi Indonesia turun menjadi 0,39 persen.
Kemudian kata Anwar, dalam bidang pertanahan, Indeks Gini Indonesia sangat memprihatinkan yakni 0,59 persen. Kata dia, hanya satu persen yang menguasai lahan yang di Indonesia.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Wali Kota Solo Borong Saham Rp 92,2 Miliar dan Asal Duit Tak Jelas, Benarkah?
-
Balik ke Karo Sumut, Warga Temui Jokowi Bawa 3 Ton Jeruk Disambut Bagai Pahlawan
-
Diresmikan Presiden Jokowi, Jalan Bypass BIL-Mandalika Sudah Retak dan Berlubang
-
Puji SBY Berani Mundur, Peneliti LIPI Sebut Publik Menunggu Manuver Menteri Jokowi
-
Lembaga Survei ini Beberkan 3 Figur Capres 2024 dari Klaster Menteri, Kader PDIP Teratas
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
-
10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi
-
Sebut Narasi Ferry Irwandi 'Sesat Pikir' di Kasus Chromebook, Pengamat: Hukum Itu Fakta, Bukan Opini
-
14 Orang Tewas di Tragedi Maut Bekasi Timur, Media Asing Soroti Keselamatan Transportasi RI
-
DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi
-
Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit
-
Buntut Kekerasan di Daycare Jogja, Komisi X DPR Segera Panggil Mendikdasmen untuk Evaluasi Total
-
Haru dan Cemas, Warga Padati Pos Pengaduan Cari Kabar Korban Tabrakan KRL
-
Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu
-
Dirut KAI: Evakuasi KA Argo Bromo 100 Persen Rampung, KRL ke Cikarang Masih Dihentikan