Suara.com - Banyak pasien Covid yang dirawat di Rumah Sakit Royal Victoria Newcastle, Inggris, belum divaksinasi - dan baru meminta untuk disuntik ketika mereka masuk, kata seorang perawat senior.
RS itu merawat jumlah orang sakit - pasien Covid dan kondisi lainnya - yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para direktur RS mengatakan ini mungkin adalah awal dari musim dingin terberat dalam 73 tahun sejarah layanan kesehatan.
BBC berada di UGD dan di bangsal pada malam 2 Desember dan pagi hari tanggal 3 Desember, mengikuti dokter dan perawat - dan bertemu dengan beberapa pasien.
Kepala Perawat Jenny Cain bergabung dengan RS Royal Victoria 17 tahun yang lalu sebagai perawat magang. Ia telah bekerja sebagai suster yang bertanggung jawab atas bangsal Covid selama sebagian besar masa pandemi.
Suaminya termasuk kelompok rentan dan sedang menanti transplantasi organ, sehingga mereka membagi ruangan di rumah menjadi dua dan menjaga jarak selama berbulan-bulan.
"Ada banyak kematian di bangsal Covid. Jadi itu emosional dan menguras tenaga," katanya.
"Adrenalin membuat kami tahan bekerja begitu lama dan kemudian, setelah mereda, semua orang langsung jatuh. Kami burn out."
Baca juga:
- Omicron: Belajar dari varian Delta yang 'memorakporandakan' fasilitas kesehatan
- Inggris percepat vaksin 'booster' demi cegah 'gelombang besar Omicron'
- Covid-19: Siapa yang menerima vaksin booster di Indonesia?
Jumlah pasien dengan virus di RS telah berkurang - dari 70 orang menjadi 40 orang dalam sebulan terakhir setelah vaksin booster mulai membuat "perbedaan sangat besar," menurut suster Jenny.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun Dimulai, Ini 5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua
Namun, banyak dari pasien yang dirawat sekarang belum divaksinasi. Mereka sering meminta untuk divaksinasi ketika sampai di rumah sakit - meskipun pada saat itu sudah sangat terlambat.
Pada 12 Desember ini, otoritas kesehatan Inggris akan menaikkan tingkat siaga dari tiga menjadi empat untuk mengatasi penyebaran varian Omicron virus corona.
"Saya khawatir kita sekarang menghadapi keadaan darurat dalam pertempuran kita dengan varian baru Omicron," kata Johnson.
"Sekarang jelas bahwa dua dosis vaksin tidak cukup untuk memberikan tingkat perlindungan yang kita semua butuhkan. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa para ilmuwan yakin bahwa dengan dosis ketiga, dosis booster, kita semua dapat menaikkan tingkat perlindungan kita kembali. "
Situasi saat ini mengkhawatirkan tenaga kesehatan karena tidak hanya diakibatkan oleh virus.
"Anda berjalan di sana (UGD) dan itu tidak ideal," kata Dr Jim Connelly, konsultan yang menjalankan departemen. "Tidak ada yang ingin pasien dirawat di koridor, jadi ini tentang berusaha membuat orang terus bergerak melalui sistem."
Kondisinya bakal menjadi jauh lebih sulit pada musim dingin ini. Kinerja rumah sakit di Inggris berada pada tingkat terburuk dalam catatan - dengan antrean UGD saat ini paling panjang sejak target ditetapkan.
"Selama beberapa bulan terakhir volume [pasien] lebih tinggi dari yang pernah kita lihat," katanya.
"Ini berat bagi para staf, terutama dokter junior. Semua orang ingin memberikan yang terbaik yang mereka bisa tetapi, jujur saja, kadang-kadang itu tidak mungkin. Volumenya terlalu besar."
Keterlambatan dalam perawatan lansia dan pasien dengan penyakit serius selama karantina, telah menghasilkan penumpukan jadwal intervensi bedah dan perawatan vital.
Belakangan ini di RS Royal Victoria okupansi tempat tidur adalah sekitar 90%.
Itulah sebabnya Jenny tak pernah lepas dari telepon. Ia berusaha menemukan tempat tidur untuk pasien, menyelesaikan masalah kekurangan staf, dan mengosongkan ruang sehingga mereka yang masih menunggu di UGD dapat dipindahkan ke bangsal perawatan.
Di seluruh RS, ada 63 pasien yang kondisinya sudah cukup baik untuk dipulangkan atau dipindahkan ke perawatan rumah sakit lain tetapi belum bisa dipulangkan. Sekitar sepertiga dari mereka sedang menunggu paket perawatan sosial disepakati oleh pemerintah daerah.
"Ada satu orang di salah satu bangsal saya yang sekarang sudah sehat secara medis selama 20 hari," katanya.
Ketika para staf ditanyai tentang perasaan mereka, kata-kata seperti lelah, letih, burn out kerap menjadi jawabannya. Namun, hampir dua tahun pandemi ini, masih terasa tekad dan kegigihan mereka, bahkan di hadapan ancaman gelombang Covid yang baru lagi.
"Ini benar-benar roller coaster emosi," kata Jenny Cain.
"Kami sudah merasakan segalanya - bangga dan puas, menjengkelkan, melelahkan. Tapi kerja tim dan para staf fantastis. Fantastis. Saya tidak akan mendapatkannya di tempat lain."
Berita Terkait
-
Status Pandemi Dicabut, Perawatan Pasien Covid-19 Bakal Ditanggung BPJS
-
INFOGRAFIS Tutupnya Operasional RSDC Wisma Atlet Kemayoran
-
Yang Tertinggal, Bekas Pusat Isolasi Pasien Covid-19 Saat Pandemi
-
Kini Resmi Ditutup, Kilas Balik Sejarah Wisma Atlet Hingga Jadi RS Darurat Covid-19
-
Pasien COVID-19 Bertambah 222 Orang Hari Ini, Warga DIminta Tidak Lengah
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%
-
7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi