Suara.com - Reshuffle yang disebut akan dilakukan oleh Presiden Jokowi di awal Desember lalu nyatanya belum terwujud hingga saat ini.
Hal ini lantas disorot oleh pengamat yang kemudian menakar kemungkinan penyebab Presiden Jokowi belum melakukan reshuffle kabinet.
Melansir dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Pengamat politik Ujang Komarudin menganalisa sikap politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hingga saat ini belum melakukan reshuffle.
Ia menilai orang nomor satu di Indonesia itu belum siap merombak kabinetnya. Padahal, di sisi lain banyak pembantu-pembantunya yaitu para menteri yang memiliki kinerja kurang memuaskan dan layak untuk masuk dalam daftar reshuffle.
"Kalau saya amati Presiden Jokowi belum siap, penyebabnya kita tidak tau," kata Ujang dikutip dari Wartaekonomi.co.id.
Dosen Universitas Al-Azhar itu memaparkan ada kemungkinan bahwa Presiden Jokowi menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya.
"Bisa jadi menunggu waktu tepat sampai setelah tahun baru, ini juga mungkin saja," ungkapnya.
Mungkin juga Presiden Jokowi sengaja mengulur-ulur waktu reshuffle tersebut.
"Kemungkinan tarik ulur itu sengaja dilakukan Jokowi, memicu agar menterinya bekerja lebih keras lagi," ucapnya.
Baca Juga: Bertemu di AS, Jokowi Curhat Diajak Bos Facebook Mark Zuckerberg Main Pingpong Virtual
Untuk diketahui, isu reshuffle belakangan ini semakin kencang dibicarakan di tengah publik. Bahkan, kabarnya Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle dalam waktu dekat ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid kepada wartawan belum lama ini.
Ia meyakini perombakan kabinet akan terjadi dalam waktu dekat, yang mana bisa dilakukan di akhir tahun 2021 atau awal 2022. Alasannya, karena ada desakan dari sejumlah masyarakat yang ingin ada perbaikan di dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
"Kalau trjadinya di akhir tahun. Kan pasti dugaan saya di akhir tahun atau di awal tahun. Sama-sama mengejutkan nantinya," ujar Jazilul.
Ia menilai Presiden Jokowi akan menggunakan hak prerogatifnya itu untuk kepentingan kemajuan Indonesia.
"Sehingga, perombakan yang dilakukan pun akan memenuhi keinginan masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 untuk Anak
-
Langsung Telepon Mendag untuk Laporkan Keluhan Petani, Jokowi Dikritik: Parah dan Ngawur
-
Ogah Disebut Memusuhi Jokowi, Anwar Abbas: Kalau Menurut Saya Salah, Saya Tak Boleh Diam
-
Bertemu di AS, Jokowi Curhat Diajak Bos Facebook Mark Zuckerberg Main Pingpong Virtual
-
Jokowi Sebut Potensi Pasar Digital Indonesia Capai Rp 2 Triliun di 2025
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Buntut Kasus Hanania, Menteri Haji: Sekarang Semua Travel Wajib Akreditasi!
-
Minta Anggaran Rp3,9 T Cuma Dikasih Rp728 M, Pigai: Kami Berprestasi Tapi Tak Pernah Diapresiasi DPR
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!