Novel Bamukmin dulu seorang sekretaris jenderal Dewan Pimpinan Daerah FPI Jakarta, sekarang dia menjadi wakil sekretaris Persaudaraan Alumni 212.
Ketika Suara.com menyebut “mantan anggota FPI,” Novel Bamukmin tidak sependapat karena menurut dia “Nggak ada mantan. Cuma ganti baju doang. Front Persaudaraan Islam.”
Tokoh sentral mereka, Habib Rizieq Shihab, kini dipenjara dalam kasus tes usap di RS Ummi Bogor.
Walaupun Rizieq berada dalam penjara, kata Novel, tidak menyurutkan semangat pendukung. Yang terjadi sebagaimana dikatakan Novel, justru sebaliknya. “Insya Allah mereka justru semakin terpacu semangatnya,” kata Novel.
Pandangan setelah FPI dilarang
Ketika masih eksis, FPI banyak melakukan kegiatan sosial kemanusiaan. Salah satu yang diceritakan Zaenal Petir, hampir tiap kali ada bencana alam, mereka terutama yang di daerah-daerah sering turun ke lapangan. Menggalang dana dan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.
“Sekarang kan sedang marak musibah bencana yang bertubi-tubi, ini biasanya FPI paling terdepan membantu. Ketika terjadi seperti sekarang ini, masyarakat akan membutuhkan kehadiran teman-teman FPI.”
Mereka juga sering “bertindak tegas” dalam apa yang disebut Zaenal Petir sebagai pemberantasan penyakit masyarakat.
“Kaitan amar maruf nahi munkar, temen-temen paling getol pemberatasan narkoba, miras, perjudian, prostitusi yang. Kami eliminir bagaimana supaya penyakit masyarakat tidak frontal, syukur-syukur tidak ada di bumi Indonesia tercinta ini.”
Baca Juga: Ustaz Cabul Dikenal Warga Eks Ketua Ranting FPI Cipete, Polisi: Kita Tidak Melihat Itu
“Itu kerja pokok dari FPI. FPI sebenarnya bantu pemerintah.”
Tapi sekarang FPI dilarang beraktivitas oleh pemerintah dan Zaenal Petir amat menyayangkannya.
Sebab, sejak FPI dilarang berkegiatan, kata Zaenal Petir, “terjadi kekosongan, sekarang judi, prositusi dan lain-lain merajalela. Kalau pemerintah bisa melakukan mungkin tanpa kehadiran FPI sudah bisa, tapi ternyata kedodoran, kan.”
Belum bersikap jelang pilpres
Basis massa organisasi yang dulu didirikan Habib Rizieq Shihab ini tidak dapat dianggap sepele. Kekuatan terbesar berada di Jakarta.
Boleh jadi, mereka juga diincar kalangan politik untuk meraup suara menjelang pemilu.
Menurut Zaenal Petir, “Temen-temen FPI sebetulnya lebih fokus pada politik amar maruf nahi mungkar. Bukan politik pemilu.”
Akan tetapi, kata Zaenal Petir, tiap-tiap mantan anggota maupun mantan pengurus FPI memiliki hak untuk ikut berpolitik praktis. Masing-masing bebas menentukan pilihan.
Menurut pandangan Zaenal Petir para mantan anggota FPI sejauh ini belum menentukan siapa tokoh yang akan dipilih menjadi calon presiden 2024. Masih tentatif.
“Ini kalau bicara politik, ini bisa berubah sewaktu-waktu, masih lama. Tunggu dulu aja, mana yang kira-kira yang bisa mensejahterakan umat. Mana yang punya semangat mengeliminir kemaksiatan.”
Tapi Zainal Petir meyakini para mantan anggota FPI hanya akan mendukung tokoh yang “mendekati visi misi dari maruf nahi mungkar, kita melihat itu nanti. Pemimpin yang tidak membikin gaduh negara. Pemimpin yang bisa melindungi semua umat.”
Sejauh ini, FPI yang baru belum mengeluarkan kesepakatan mengenai sikap politik jelang pemilu 2024.
Analis politik Arif Nurul Imam sudah memprediksi sejak awal bahwa mantan anggota FPI akan mencari kanal baru, atau organisasi yang ideologinya mirip-mirip FPI lama.
Hal itu, menurut Imam, menggambarkan bahwa organisasi memang bisa dibubarkan, tetapi ideologi tidak bisa dimatikan.
“Ideologi yang dianggap bertentangan, harus dilakukan deideologisasi. Mengenai tingkat keberhasilannya, tentu tergantung strategi dan pendekatan yang diambil. Tentu pula tidak ada yang berhasil 100 persen. Tapi seberapapun hasilnya, tentu langkah itu perlu dilakukan.”
Imam tidak berani menyimpulkan apakah wadah baru mantan anggota FPI nanti akan sekuat dan seberpengaruh kelompok yang lama.
Menentukan sebuah organisasi berpengaruh, kata Imam, variabelnya banyak.
“Bisa berpengaruh kalau dapat ruang politik. Kalau dirasakan manfaatnya banyak, akan memiliki daya pengaruh.”
“Tapi kalau cuma vakum tentu nilai tawarnya juga rendah. Apalagi FPI tidak mempunyai tokoh sentral seperti HRS yang kini dipenjara. Ketokohan HRS belum tergantikan anggota FPI yang lain. Kalaupun ada penggantinya saya duga tidak signifikan.”
Imam menyebut anggota FPI terbanyak berada di Ibu Kota Jakarta.
“DKI besar jumlahnya, daerah tidak. Cuma mereka ini kan vokal.”
Dalam kaitan dengan pemilu presiden 2024, menurut pandangan Imam, posisi mantan anggota FPI masih wait and see. Mereka masih melihat perkembangan politik.
“Kalau berlabuh ke partai, tentu partai yang bisa suarakan anggota dan simpatisan. Tentu saja partai berbasis Islam.”
Demikian pula siapa calon presiden yang akan didukung kelak. Mantan anggota FPI belum menentukan sikap.
“Kalau capres masih tentatif, karena kita juga belum tahu siapa yang maju. Masih bakal calon,” kata Imam.
Berita Terkait
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
-
Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
5 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 3 Agustus 2026: Peluang Dapat Sumber Uang Baru
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau