Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2021 dengan fokus pemantauan di 98 kementerian/lembaga dan 538 pemerintah daerah. Secara nasional, capaian SPI menunjukkan indeks integritas mencapai skor 72,4.
Deputi bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan, sejumlah 255.010 orang ikut terlibat dalam survei tersebut sebagai responden.
Ratusan ribu responden itu terdiri dari 154.429 pihak internal, 62.924 pihak eksternal, dan 7.647 pihak eskper seperti BPK, BPKP, Ombudsman hingga media.
Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengambil survei ialah dengan cara interview dengan responden dan entri data dilakukan secara bersamaan atau computer-assisted personal interview (CAPI).
Namun kata Pahala, ada puluhan pemerintah daerah yang tidak bisa melakukannya sehingga metode pengumpulan data juga dilakukan secara online.
"41 pemda internetnya enggak bisa macet-macet jadi kita terpaksa tatap muka tapi diisi di gadget yang lainnya online," kata Pahala dalam paparannya pada acara Launching Hasil SPI 2021: Mengukur Tingkat Korupsi di Indonesia yang disiarkan melalui YouTube KPK RI, Rabu (23/12/2021).
Pahala mengatakan, setidaknya terdapat tujuh dimensi yang dinilai dari SPI yakni transparansi, pengelolaan SDM, pengelolaan anggaran, integritas dalam pelaksanaan tugas, trading in influence, pengelolaan PBJ dan sosialisasi antikorupsi.
Namun ia ingin agar pertanyaannya lebih disederhanakan menjadi seputar gratifikasi, suap dan pemerasan, penyalahgunaan fasilitas kantor, jual beli jabatan, intervensi dan korupsi dalam PBJ.
"Cuman nanya kira-kira masih ada gratifikasi, suap dan pemerasan enggak di lembaga itu? Ada enggak penyalahgunaan fasilitas kantor termasuk biaya perjalanan dinas yang fiktif?" ungkap Pahala.
Baca Juga: Pemda Fokus 7 Variabel Penilaian Integritas, Tito: Kalau Ada Kelemahan Segera Perbaiki
Hasil dari survei yang diambil, indeks integritas nasional mencapai 72,4 persen. Skor itu melebihi target RPJMN.
"Menurut KPK ya baik tapi belum berarti banyak karena sebenarnya masih 30 persen lagi yang ada korupsinya. Kalau 5 persen oknum, kalau 30 persen sisa, sistemnya masih koruptif," jelasnya.
Sementara, skor untuk kementerian mencapai 80,3, skor pemerintah provinsi 69,3, skor lembaga non-kementerian 81,9, skor pemerintah kota 71,9, skor pemerintah kabupaten 70,9.
Indeks terendah itu ditempati oleh Kabupaten Mamberano Raya dengan skor 42,0 dan indeks tertinggi Kabupate Boyolali mencapai 91,7.
Kemudian, Pahala juga memaparkan hasil indeks integritas per wilayah Indonesia dengan rincian skor Jawa 74,2, Sumatera 69,9, Kalimantan 71,3, Sulawesi 71,5, Maluku dan Maluku Utara 69,7 dan Papua 64,0.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Imlek 2026, 44 Warga Binaan Konghucu Terima Remisi Khusus
-
Waspada! Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Lebat dan Kilat Sore Ini
-
Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Sikapi dengan Dewasa
-
Mustahil Terlihat Hari Ini, Rukyatul Hilal di Jogja Diubah Jadi Ajang Edukasi
-
Imlek di Tanah Rantau: Harapan Kenji di Tahun Kuda Api dari Kelenteng Fuk Ling Miau Jogja
-
Naga Hingga Wajah Berubah! Intip Kemeriahan Festival Pecinan di TMII
-
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
-
Keputusan Menteri tentang Hutan Papua Selatan Diprotes: Apa Dampaknya bagi Masyarakat Adat?
-
Tegang dengan AS, Iran Gelar Latihan Militer Amankan Selat Hormuz
-
Jaga Stok Pangan, Ketua FKBI Minta Warga Konsumsi Kebutuhan Pokok Sewajarnya Selama Ramadan