News / Nasional
Sabtu, 01 Januari 2022 | 14:30 WIB
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Profesor Amin Subandriyo. (Suara.com/Ria Rizki)

"Kita perlu melangkah maju," kata Wien.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam sarasehan mengenai arah riset biologi molekuler BRIN yang digelar di Auditorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan bahwa pembentukan BRIN secara otomatis mengintegrasikan semua lembaga riset sejak 1 September 2021.

"Dengan pembentukan BRIN sebenarnya secara otomatis sejak 1 September 2021 sudah mengintegrasikan semuanya, yang mana salah satu prioritas saya melembagakan Eijkman menurut ketentuan undang-undang sehingga karir bapak/ibu (periset) bisa terjamin," katanya dalam laporan Antara.

Setelah bergabung dengan BRIN, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman namanya berganti menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman BRIN.

Handoko mengatakan PRBME menjadi salah satu pusat riset yang berada di dalam organisasi riset bidang kesehatan yang sedang disiapkan BRIN.

"Kita berkomitmen untuk memperkuat riset, termasuk riset di Eijkman," katanya.

Ia berharap sekitar 40 periset Eijkman yang bergabung ke BRIN dapat menjadi penggerak dan teladan bagi para peneliti yang lain.

Handoko memastikan periset yang bergabung dengan PRBME BRIN berpeluang untuk memperluas dan memperkuat kompetensi.

Ia menjelaskan pula bahwa pegawai kementerian/lembaga yang dialihkan menjadi pegawai di lingkungan BRIN akan dilantik pada 3 Januari 2022.

BRIN telah mengusulkan pengalihan 2.476 pegawai dari 34 kementerian/lembaga untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BRIN.

Baca Juga: BRIN Targetkan Laboratorium Animal BSL 3 dan CPOB Beroperasi Awal 2022

Pengalihan pegawai kementerian/lembaga menjadi pegawai di lingkungan BRIN merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang BRIN.

Load More