Suara.com - Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai seharusnya anggaran pemerintah masih mampu untuk memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster secara gratis.
Bhima mengatakan anggaran pemerintah sebaiknya dialokasikan penuh untuk membiayai vaksin booster gratis bagi masyarakat, sebab pandemi belum berakhir.
"Sebenarnya pemerintah masih memiliki kapasitas untuk memberikan vaksin itu secara gratis sampai mencapai herd immunity. Nah problemnya pemerintah beralasan vaksinasi berbayar ditujukan agar beban APBNnya berkurang, tapi di sisi lain banyak pemerintah menghabiskan anggaran untuk hal yang tidak relevan dengan penanganan pandemi pada 2022," kata Bhima dalam diskusi LaporCovid-19, Minggu (9/1/2022).
Dia menjelaskan, selama 2021 pemerintah banyak menghabiskan uang untuk hal yang tidak berhubungan dengan pandemi.
"Pemerintah masih melakukan kesalahan alokasi pendanaan, alokasinya sekarang banyak dititik beratkan pada infrastruktur dan belanja yang birokratis seperti belanja pegawai dan belanja barang," jelasnya.
Bhisma juga menambahkan, pelaksanaan vaksinasi booster pada 12 Januari besok sebaiknya ditunda karena masih banyak wilayah di Indonesia yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen orang di wilayahnya.
"Untuk saat ini vaksin booster belum mendesak kalau masih ada penduduk yang belum dilakukan vaksinasi dua dosis lengkap," tutur Bhima.
Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.265.666 orang Indonesia, masih terdapat 5.792 kasus aktif, 4.115.747 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 144.127 jiwa meninggal dunia.
Pemerintah juga telah menyuntikkan 169,786,156 dosis (81.52 persen) vaksin pertama dan 116,720,762 dosis (56.04 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Demi Keadilan, Pemerintah Didesak Tunda dan Gratiskan Vaksin Booster
Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?