Suara.com - Sebuah serangan udara di wilayah Tigray yang berkonflik dengan Ethiopia telah menewaskan sedikitnya 56 warga sipil di sebuah kamp untuk orang-orang terlantar.
Menyadur CP24 Minggu (9/1/2022), hal ini diungkapkan oleh juru bicara pasukan Tigray pada Sabtu, ketika perang di negara itu berlanjut meskipun pemerintah membicarakan rekonsiliasi.
"Serangan pesawat tak berperasaan lainnya," tweet Getachew Reda.
Ia mengatakan warga sipil telah melarikan diri dari wilayah konflik di tempat lain namun berakhir menjadi korban dari serangan udara baru-baru ini yang dilaporkan telah menewaskan puluhan orang di Tigray.
Juru bicara pemerintah dan militer Ethiopia tidak menanggapi permintaan komentar atas serangan udara tersebut, yang tidak dapat dikonfirmasi secara independen.
Sebagian besar Tigray tetap terputus dari dunia, dengan komunikasi terbatas untuk pekerja kemanusiaan yang mendapati pekerjaan mereka sangat dibatasi oleh blokade pemerintah selama berbulan-bulan.
Laporan serangan udara di kamp di Dedebit di barat laut Tigray datang sehari setelah Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengeluarkan pesan rekonsiliasi untuk Natal Ortodoks setelah 14 bulan perang.
Konflik Ethiopia bergeser pada akhir Desember, ketika pasukan Tigray memerangi pemerintah Ethiopia untuk mundur kembali ke wilayah Tigray setelah mendekati ibu kota, Addis Ababa.
Badan kemanusiaan PBB melaporkan akhir bulan lalu bahwa antara 19 dan 24 Desember, "serangan udara di Tigray dilaporkan menyebabkan korban sipil massal, termasuk puluhan orang yang dilaporkan tewas.
Baca Juga: Konflik di Ethiopia Masih Panas, Sedikitnya 70 Sopir Truk PBB Ditahan Pemerintah
Sebagian besar serangan dan korban dilaporkan di kota-kota di Tigray selatan dan ini menjadi rangkaian serangan udara paling intens yang dilaporkan sejak Oktober.
Badan pengungsi PBB melaporkan Kamis bahwa serangan udara menewaskan tiga pengungsi Eritrea, dua di antaranya anak-anak, pada hari sebelumnya di kamp Mai Aini.
Pemerintah Ethiopia pada hari Jumat mengumumkan amnesti untuk beberapa tahanan politik paling terkenal di negara itu, termasuk pejabat senior partai Tigray.
Kementerian Kehakiman Ethiopia mengatakan amnesti diberikan "untuk membuat dialog nasional mendatang sukses dan inklusif."
Anggota parlemen Ethiopia bulan lalu menyetujui RUU untuk membentuk komisi dialog nasional di tengah tekanan internasional untuk negosiasi guna mengakhiri perang.
Diperkirakan puluhan ribu orang tewas dalam perang yang meletus pada November 2020 antara pasukan Ethiopia dengan pasukan Tigray yang pernah memimpin negara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri
-
Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?
-
6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan
-
5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara