Biden memperingatkan Putin jika Moskow menginvasi Ukraina lagi, setelah mencaplok Semenanjung Krimea pada tahun 2014 silam. Biden mengatakan Rusia dapat menerima sanksi lebih lanjut, mencakup dibatalkannya jalur pipa gas Nord Stream 2 yang kontroversial di Laut Baltik atau bahkan memutuskan hubungan Rusia dari jaringan perbankan global.
AS juga mempertimbangkan untuk mengirim lebih banyak pasukan NATO ke negara-negara bekas Soviet di Baltik, yang sejak itu bergabung dengan NATO, dilansir kantor berita AFP.
Selain itu, Washington sedang mempertimbangkan pengiriman bala bantuan ke anggota NATO lainnya di Eropa Timur. Moskow telah meningkatkan tekanannya pada Kiev sejak revolusi pada tahun 2014 yang menggulingkan pemerintahan yang dipimpin mantan Presiden Viktor Yanukovych.
Di bawah Yanukovich, pemerintahan Ukraina menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Moskow. Pasukan Rusia diyakini telah mendukung separatis di timur negara itu sejak saat itu. rap/ha (AFP, Reuters, Interfax)
Berita Terkait
-
Rudal Jatuh di Polandia, Apakah Pintu Masuk NATO di Perang Ukraina?
-
Ibu Para Tentara Rusia Angkat Bicara: Kami Ingin Perang Segera Berakhir
-
The Best 5: Volvo Cars Bangun Pabrik Mobil Listrik, Skuter Lipat Bugatti 9.0, Starlink Layani Truk Besar
-
Investasi 1,2 M Euro untuk Pabrik Mobil Listrik Dekat Perbatasan Ukraina, Volvo Cars Serap Ribuan Karyawan
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT
-
Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual
-
Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau
-
Cerita ASN Terobos Api Lewat Tangga Darurat Saat Kebakaran Gedung Kemendagri
-
Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat
-
Apa Isi Piagam ASEAN? Disinggung China Terkait Izin Terbang Militer AS di Wilayah Indonesia
-
16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual
-
Legislator DKI Hardiyanto Kenneth Endus Praktik 'Parkir Gelap' di Mal Jakarta
-
Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!
-
Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025