Suara.com - Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization atau ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan warga yang memiliki penyakit komorbid bukan berarti tidak boleh divaksin Covid-19. Justru warga yang mengidap penyakit komorbid itu harus mendapatkan vaksin Covid-19 asalkan sudah dikontrol oleh dokter.
Sri menjelaskan kalau warga komorbid yang terkontrol dengan baik, lalu minum obat dengan teratur sebaiknya divaksin. Pasalnya, dampaknya akan lebih buruk apabila warga komorbid terus terpapar Covid-19.
"Karena untuk komorbid, katakanlah diabetes, kalau dia kena Covid-19, itu menjadi berat gitu loh," kata Sri dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BPOM RI, Senin (10/1/2022).
"Komorbid itu sebetulnya kalau dia terkontrol dengan baik, minum obat dengan tertatur, kemudian juga kontrol itu sebetulnya justru harus mereka divaksin," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sri juga meluruskan perihal adanya efek penambahan tensi kalau misalkan seseorang pengidap komorbid disuntik vaksin. Kata ia, hal tersebut tidak akan terjadi.
Akan tetapi, Sri mengingatkan kalau vaksin bisa dilakukan apabila seseorang pengidap penyakit komorbid itu sudah di bawah kontrol dokter.
"Jadi bukannya hipertensi, disuntik, kemudian jadi tambah tensinya enggak gitu. Jadi itu yang harus kita waspadai harus terkontrol itu penting sekali," ujarnya.
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito juga berpesan bagi warga yang memiliki penyakit komorbid tidak usah takut dengan vaksin Covid-19, asalkan sudah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
"Kalau kita punya komorbid bukan berarti takut, tapi mungkin dengan konsultasi dengan dokter kemudian bisa terkontrol dan semua persyaratan untuk bisa vaksin, segera saja bisa pergi ke tempat vaksin."
Baca Juga: Luhut Ungkap 13,6 Juta Warga di Jawa-Bali Belum Divaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Gaji Pertama Anak Muda: Awal Kemandirian atau Jebakan Finansial?
-
Statistik Gacor Mitchell Baker Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 Pelatih Buka Suara
-
Tinggalkan Karier Keuangan, Eks Pekerja Korporasi Bangun Bisnis Perawatan Sepatu Premium di Depok
-
Saatnya Ganti Provider agar Mudah Dapatkan Peluang
-
PSAD UII Tunggu Respons Prabowo: Bagaimana Rasa Keadilan yang Terluka Ini Bisa Diobati
-
Strategi ACC Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Solusi Finansial
-
5 Perbedaan Kulkas Direct Cooling vs No Frost, Penting Diketahui sebelum Membeli
-
Kenapa Sepatu Lari Berwarna Mencolok dan Terang? Alasannya Lebih dari Sekadar Gaya-gayaan
-
Drama China How Dare You: Terjebak di Dunia Novel sebagai Tokoh Antagonis
-
Saiful Tewas Diamuk Massa karena Tuduhan Pencurian Pisang di Lampung Selatan