Suara.com - Dentsu Asia-Pasifik mengumumkan Prakash Kamdar sebagai CEO Dentsu Indonesia, memperluas perannya, yang saat ini merupakan CEO Dentsu Singapura. Di waktu yang sama, tim kepemimpinan diperkuat dengan oleh Wisnu Satya Putra sebagai CEO Creative Dentsu Indonesia, dan Arshad Rahman sebagai CEO CXM Dentsu Indonesia.
Kedua jabatan baru ini menjadikan Wisnu dan Arshad sebagai bagian dari tim Eksekutif Dentsu Indonesia. Penunjukan ini sangat penting bagi strategi Dentsu Asia-Pasifik, yaitu untuk membawa bisnis di Indonesia ke fase pertumbuhan berikutnya.
Maya Watono, CEO Dentsu Indonesia akan pamit pada akhir Januari 2022 untuk mengabdi ke negara dan mengambil peran di salah satu holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, yang fokus pada pengembangan dan promosi aset budaya, pariwisata, dan penerbangan Indonesia.
Dalam jangka waktu tertentu, Maya akan menjalankan fungsi sebagai penasihat di Dentsu Indonesia untuk memastikan transisi dan momentum bisnis berjalan dengan baik.
Sumber daya manusia akan selalu menjadi aset penting kami, dan saya sangat yakin, promosi Wisnu dan Arshad sangat layak memperkuat jajaran senior talent di Dentsu Indonesia," kata Maya.
"Tentang kepindahan saya ke salah satu holding BUMN, secara pribadi, ini merupakan penggilan. Salah satu keinginan terbesar saya adalah, suatu hari nanti, saya bisa mengabdi kepada bangsa dan negara. Inilah saatnya yang tepat, dengan penuh keyakinan, saya menyerahkan tongkat estafet kepada Prakash Kamdar, sosok pemimpin yang saya hormati dan telah membuktikan diri dengan berbagai macam prestasi,” tambahnya.
Maya bergabung dengan Dentsu Indonesia pada 2017 melalui merger Dwi Sapta dengan Dentsu, ketika masih menjabat sebagai Managing Director, dan tidak lama kemudian dipromosikan menjadi CEO Dentsu Indonesia pada Januari 2019.
Sejak 2020, Dentsu Indonesia mencatatkan diri sebagai media agency nomor satu dalam peringkat Kualitatif RECMA dan ranking satu di COMvergence New Business League pada 2020 dan 2021. Dalam Campaign Asia AOTY (Agency of The Year) terbaru, Dentsu Indonesia meraih 2 medali emas, 4 medali perak, serta menjadi Media Agency of the Year di Festival Periklanan Citra Pariwara 2020 dan 2021.
“Maya adalah pemimpin yang sangat kuat. Dengan terus menggerakkan semangat gotong royong, Maya telah membuat seluruh tim solid sebagai ‘one Dentsu'. Saya memiliki ruang yang besar untuk diisi dan ini adalah tantangan untuk tahun yang baru, saya tidak sabar untuk memulainya,” kata Prakash Kamdar.
Baca Juga: Strategi BGR Tekan Biaya Logistik di Holding BUMN Pangan
Sementara itu, Wendy Clark, Global CEO, Dentsu international mengatakan, di bawah kepemimpinannya Maya, bisnis Dentsu Indonesia telah berkembang dan diakui sebagai salah satu agency yang terkuat di pasar, yang mengelola 15 dari 20 pengiklan terbesar di Indonesia sebagai kliennya.
"Saya memberikan rasa hormat dan dukungan penuh kepada Maya dalam mengejar mimpinya di pengabdian untuk bangsa dan negara. Kami berterima kasih atas jasanya mengembangkan bisnis Dentsu,” katanya.
Prakash bergabung dengan Dentsu pada 2012, setelah bisnis agensi digital miliknya diakuisisi oleh Dentsu pada 2012, dan di tahun yang sama, Prakash ditunjuk sebagai CEO Isobar Singapore. Dengan berbagai macam prestasi dan pencapaian, bisnis Isobar berjalan sangat sukses, ia dipromosikan menjadi CEO Dentsu Singapura pada tahun 2019.
Dalam waktu singkat, Prakash berhasil memimpin bisnis dentsu Singapura melalui proses perubahan dan kemajuan yang signifikan. Kesuksesan bisnis itu didorong oleh fokus pada strategi Power of One-nya untuk menjadikan Dentsu Singapura sebagai agensi yang paling terintegrasi serta menjadi kekuatan Good & Growth.
Baru-baru ini, Prakash dianugerahi Executive of the Year di Kategori Bisnis Periklanan di ajang Singapore Business Review Management Excellence Awards.
“Prakash adalah seorang digital native leader yang sangat dihormati. Pendekatan manajemennya yang otentik telah memandu tim Singapura melalui masa-masa pandemi, bahkan menghasilkan peringkat kepuasan klien tertinggi. Prakash juga berhasil mengendalikan bisnis untuk kembali ke jalur tingkat pertumbuhan pra-pandemi pada penutupan tahun 2021. Bersama dengan senior dunia iklan Indonesia Wisnu dan Arshad, Prakash akan memperkuat tim kepemimpinan dan membawa perspektif baru dan banyak pengalaman untuk bisnis ini,” tambah Wendy.
Berita Terkait
-
Diresmikan Presiden Joko Widodo, Misi Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pariwisata InJourney
-
Bukan dari China-AS, Menteri BUMN Erick Thohir: Indonesia Harus Punya Roadmap Pangan Sendiri
-
Ubah Holding BUMN Jadi ID Food, Erick Thohir Ingin Benahi Rantai Pasok
-
Pemerintah Resmi Luncurkan Holding BUMN Pangan ID FOOD, PT RNI Jadi Induk Usaha
-
Serahkan Saham 5 BUMN ke RNI, Erick Thohir Resmi Bentuk Holding Pangan
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
-
Pasutri Bandar Narkoba Dibekuk, Polda Metro Jaya Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
-
Banjir Sebetis di Pemukiman Belakang Kantor Wali Kota Jaksel, Selalu Datang Setiap Hujan Deras
-
Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia
-
Keluhan Wali Murid di SD Negeri: Ketika Les Berbayar Jadi Beban Psikologis Anak
-
Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen
-
JATAM: Negara Lindungi Korporasi Terafiliasi Elite di Balik Bencana Sumatra
-
SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia