Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang diberi nama InJourney. Peresmian dilakukan Kepala Negara saat kunjungan Kerja ke Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pembentukan InJourney ini untuk fokus dalam mengembangkan pariwisata dalam negeri. Karena, ia melihat banyak potensi pariwisata di dalam negeri yang belum dimaksimalkan,
"Kami tentu holding BUMN pariwisata, ingin memfokuskan bagaimana kesempatan kita membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik yang potensial yang saat ini masih sangat besar, tetapi kurang terintegrasi," ujar Erick yang ditulis Jumat (14/1/2022).
Dengan adanya InJourney, tutur Erick, ada integrasi antara semua sektor di pariwisata, mulai dari penerbangan, pengelola tempat wisata, hingga hotel.
Selain itu, holding pariwisata juga akan mengubah bandara yang tak hanya tempat untuk penerbangan saja, tetapi juga untuk lifestyle.
"Kami sambungkan ke tujuan wisata lainnya, di situ kekuatan yang kita belum punya selama ini yaitu travel plan, yang kalau kita bandingkan dengan negara lain itu sudah punya, tetapi kita belum membentuk ekosistem ini," ucap dia.
"Karena itu, kenapa saya suka berbicara kepada tim kami, ini kalau kita bicara InJourney ini mega ekosistem, bisa bergabung dengan ekosistem lain yang ada di BUMN," tambah Erick.
Mantan Bos Klub Inter Milan ini menambahkan, total aset holding BUMN pariwisata pada 2024 bisa mencapai USD 260 juta dengan potensi penjualan yang terus meningkat.
"Nah ini saya rasa kesempatan untuk kita membangkitkan bagaimana berfokus pada wisata lokal dan menjaga wisata mancanegara," imbuh Erick.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pentingnya pembentukan induk perusahaan (holding) pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya dalam bidang pariwisata dan pendukung. Ini disampaikan Jokowi saat meluncurkan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang diberi nama InJourney.
Pembentukan holding kata Jokowi, akan menjadi titik balik untuk melakukan transformasi ekosistem pariwisata yang lebih baik.
"Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik balik untuk melakukan sebuah lompatan, momentum untuk melakukan penataan, momentum untuk melakukan transformasi, membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh," ujar Jokowi dalam sambutannya pada Peluncuran InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis (13/1/2022).
Dengan adanya holding tersebut, Kepala Negara meyakini pengelolaan pariwisata Indonesia akan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir.
"Mulai penataan rute penerbangan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi, sampai ke penjualan ritel-ritel suvenir dari para pengrajin kita yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik," lanjut Jokowi.
Berita Terkait
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora
-
Polda NTB Telusuri Identitas Asli Bandar B Alias Boy, Diduga Suap AKBP Didik Rp1,8 Miliar
-
Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung
-
Kemenpora Dukung Investigasi Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun