Suara.com - Pemerintah meyakini industri kopi Indonesia bisa menjadi nomor satu di dunia dengan meningkatkan strategi pemanfaatan lahan, skema pembayaran, hingga mendayagunakan petani hingga ke industri.
Hal itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir saat Dialog Kopi Tanah Air bersama para petani dan UMKM kopi yang digelar PDI Perjuangan.
"Kalau kami lihat dalam konteks pasar kopi dunia, Indonesia ini nomor empat. Tetapi yang menarik sebenarnya kalau kami lihat pertumbuhan konsumsi kopi Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di dunia, sampai 45 persen bila dibandingkan dengan negara-negara lain yang hanya 26 persen," kata Erick di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2021).
Meski demikian, Erick melihat kopi Indonesia belum mendapat proses sempurna dari petani sehingga kalah saing dengan produk dari luar negeri karena banyak biji kopi dalam posisi hancur dan petani tidak mendapatkan pendampingan.
"Ekosistem, kita harus dibangun. Kalau kita bisa meningkatkan konsumsi kopi yang harganya bagus di Indonesia, apalagi dengan banyaknya coffe shop di Indonesia, maka akan meningkatkan persaingan kita di dunia," ucapnya.
Erick menilai peran partai politik seperti PDIP yang bersentuhan langsung dengan rakyat juga bisa diajak bekerja sama, bukan hanya menyangkut isu kopi, tetapi agenda pemerintah lainnya.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menambahkan, industri kopi merupakan salah satu penggerak ekonomi nasional, contohnya ekspor kopi pada 2021 naik dibandingkan tahun lalu walau produksi menurun, tetapi harga naik.
Mengenai akses pembiayaan, lanjut Teten, Presiden Joko Widodo sudah menetapkan 30 persen kredit perbankan harus untuk UMKM. Namun setiap tahun kredit usaha rakyat (KUR) terus naik, pada 2020 Rp 190 triliun, 2021 Rp 285 triliun, 2022 Rp 373 triliun.
"Kami juga mendukung di hulu. Tidak bisa membangun kedaulatan pangan, tetapi basis produksi petani kecil dengan lahan yang sempit. Pengembangan model bisnis yang terintegrasi hulu-hilir, dari mulai produksi, pembiayaan, rantai pasok dan pemasaran," kata Teten.
Teten menerangkan Indonesia memiliki modal untuk mendunia. Dia mencontohkan Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah menguasai ekspor 345 ton arabika yang bahkan mengisi stok ke Starbuck.
Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya yang juga hadir dalam dialog itu menambahkan bahwa produk pertanian kopi memang menyentuh langsung ke masyarakat bawah, termasuk bisa mengendalikan kerusakan hutan, serta memperkuat tata kelola kelestarian lingkungan.
"Dengan demikian hutan sosial pasti akan membangun pusat pertumbuhan ekonomi domestik," tutur Siti.
Terkait agroforestry, lanjut dia, pohon kopi bisa menahan erosi. Produk kopi biji Indonesia juga sudah cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan.
"KLH berusaha memfasilitasi dan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, dan tentunya dengan BUMN sudah sangat banyak program yang diberikan kepada masyarakat. Dalam Festival Kopi di Turki, mereka minta kopi dari Indonesia timur karena kalau di Jawa dan Sumatera sudah diketahui nomor satu. Maka kita cari dari NTT, Maluku, dan sudah banyak sekarang," tutup Siti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!