Suara.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka menanggapi soal sindiran tentang bisnis es doger yang mendapatkan suntikan dana Rp 71 miliar.
Gibran buka suara terkait suntikan dana Rp 71 miliar yang didapatkannya.
Dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (19/1/2022), Gibran menjelaskan terkait sumber dana suntikan tersebut.
"Itu dari VC (venture capital) itu kayak gitu memang cara kerjanya.
Biasa saja kan, bisnis ya kayak gitu. Mangkokku (bisnis Gibran yang lain) beda lagi, duitnya malah lebih gede, nanti kaget semua," ujarnya, dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com.
Gibran menjelaskan bahwa bisnis es dogerya itu bukan jenis usaha waralaba.
"Bukan franchise! aku nggak butuh modal kok," tandasnya.
Lebih lanjut, Gibran menjelaskan terkait dana Rp 71 miliar yang ia dapatkan.
Ia mengaku, uang tersebut tidak masuk ke kantong pribadinya.
"Duitnya nggak masuk di saya, kan buat usaha," ungkapnya.
Baca Juga: Putri Tanjung Trending di Twitter Usai Sempat Rugi Rp800 Juta, Ini 5 Tanda Usaha Sedang Jeblok
Gibran merasa aneh dan bingung kepada pihak yang merasa janggal dengan bisnis es doger yang dijalaninya.
Ia mengatakan tak perlu ada yang dipermasalahkan. Sebab, menurutnya, apabila dijadikan sebagai alat mencari kesalahan untuk politik tak akan ada habisnya.
"Kalau janggal, janggalnya apa? Kalau cari kesalahan untuk alat politik ya nggak ada habisnya. Nggak ada habisnya kalau cari kesalahan. Lha kan memang kayak gitu satu grup sama Kopi Kenangan, itu sama. Lha apa yang dipermasalahkan," bebernya.
Seperti diketahui, sebelumnya Sammy Notaslimboy merasa janggal dengan bisnis es doger Gibran.
Sammy merasa curiga lantaran bisnis Gibran tersebut mendapatkan dana suntikan dengan jumlah yang fantastis.
Berita Terkait
-
Jokowi Mania Buka Pintu Permintaan Maaf, Jawaban Ubedilah Telak: Tidak Perlu, Saya Tidak Fitnah
-
Ulah Loyalis Laporkan Ubedilah Disebut Memprihatinkan, Pengamat: Ada Festival Cari Muka ke Jokowi
-
Putri Tanjung Trending di Twitter Usai Sempat Rugi Rp800 Juta, Ini 5 Tanda Usaha Sedang Jeblok
-
Hari Ini, Harga Minyak Goreng Rp14.000 per Liter Berlaku di Retail Modern
-
Heboh Bisnis Es Doger Disuntik Dana Rp71 Miliar, Gibran: Uangnya Kan Nggak Masuk ke Saya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya