Suara.com - Beredar informasi selamatnya seorang bayi dari kecelakan maut Balikpapan, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan tersebut melibatkan satu truk kontainer dan puluhan kendaraan lain.
Pada informasi yang beredar di media sosial, bayi tersebut menjadi satu-satunya yang selamat di antara para penumpang mobil Daihatsu Ayla berwarna merah.
Ayla dengan nomor polisi KT 1887 NT itu adalah salah satu mobil dengan kondisi terparah. Mobil tersebut ringsek di bagian belakang hingga bagian depan.
Dalam berbagai informasi di media sosial, dua penumpang dewasa dalam mobil yang rusak parah itu semuanya tewas kecauli seorang bayi. Kedua orang dewasa itu disebut sebagai orangtua dari sang bayi.
Lalu benarkah kabar tersebut?
Penjelasan
Beredarnya kabar tersebut nyatanya dibantah oleh pihak kepolisian.
Dalam hal ini, polisi menyebut bahwa kabar bayi selamat di mana dua orangtuanya tewas dalam mobil Ayla adalah tidak benar atau hoaks.
Bukan bayi, polisi menegaskan bahwa memang ada anak-anak yang selamat namun kedua orangtuanya masih hidup.
"Yang ada anak-anak, orang tuanya masih hidup. Ibunya selamat, bapaknya kritis," kata Kasat Lantas Polresta Balikpapan AKP Retno Ariani seperti yang dikutip dari Detik.com.
"Yang (kabar bayi) kedua orang tuanya meninggal, yang bayi nggak benar (hoax)," tambahnya.
Ketua BPBD Balikpapan, Usman Ali juga menyatakan hal yang sama. Ia menegaskan meluruskan bahwa yang benar adalah ada seorang anak selamat dari kecelakaan maut namun sang ayah kritis.
"Untuk kabar orang tua anak tidak benar kalau meninggal, keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit Kanudjoso Jatiwibowo, Balikpapan," kata Usman seperti yang dikutip dari Detik.com.
Menurut Usman, anak-anak dan kedua orangtuanya memang berada dalam minibus yang terseret truk tronton di Simpang Muara Rapak.
"Dari CCTV memang korban mengendarai mobil Ayla berwarna merah dan terseret jauh terbawa truk," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
-
Kemnaker Usul Tambah Kuota Program Magang 2026 hingga 150 Ribu Orang
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
-
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi
-
AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten
-
Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?
-
DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS
-
Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!
-
Menaker Lapor Ada 1.590 Aduan THR 2026, DKI Jakarta dan Jabar Terbanyak