Suara.com - Pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) Presiden, legislatif, dan Kepala Daerah telah ditetapkan.
Melalui rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga DKPPN pada Senin (24/1/2022) menetapkan pemilu akan digelar serentak pada 14 Februari 2024.
Berbagai lapisan masyarakat hingga para politisi menyambut baik keputusan tersebut. Termasuk politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Fahri Hamzah.
Menurut Fahri, penetapan hari pemilu menandakan berakhirnya momentum bagi para pendukung perpanjangan jabatan presiden tiga periode.
"Pihak-pihak yang ingin presiden tiga periode atau perpanjangan masa jabatan presiden sampai 2027 tidak punya momentum lagi," ungkap Fahri Hamzah dalam cuitan di Twitternya, Selasa (25/1/2022).
Menurutnya, dengan penetapan jadwal pemilu maka yang perlu dilakukan adalah menyukseskannya.
"Sekarang momentum kita adalah suksesi politik nasional yang sudah terjadwal sesuai tradisi kita lima tahunan yang telah disepakati oleh Legislatif dan Eksekutif," imbuhnya.
Pada cuitan lainnya, Fahri juga menyatakan bahwa partainya menyiapkan kandidat yang siap bersaing di laga politik lima tahunan tersebut.
"Kami di @partaigeloraid menyambut dan menyiapkan kandidat (legislatif dan eksekutif) yang terbaik bagi Pemilu 2024," ungkap Fahri.
Baca Juga: Emak-Emak Zumba Tak Mau Kalah Lihat Geng Cewek Bikin Video Dance, Aksinya Bikin Ngakak
Tak hanya itu, ia berharap aturan presidential threshold (ambang batas perolehan suara partai untuk mengajukan kandidat presiden) dihapuskan.
"Kami tetap menunggu keputusan @officialMKRI semoga PT dihapus, lalu putra-putri terbaik bangsa ini dapat bertarung di ajang Pilpres yang akan datang,"imbuhnya.
Di Indonesia sejak 2019, presidential threshold atau ambang batas untuk partai minimah mendapatkan 25 persen suarauntuk bisa menyalonkan presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak