Suara.com - Pada Oktober 2021 lalu, dua orang terduga pelaku begal dilaporkan tewas usai ditabrak pengemudi taksi online bernama Eko di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Belakangan ini, mencuat kabar jika dua korban tewas yang ditabrak Eko bukan merupakan pelaku begal.
Kabar itu dibagikan oleh akun Twitter @imcutieaw. Dalam unggahannya akun itu menyebutkan jika Eko membuat fitnah dan melakukan playing victim.
"Inget berita viral ini ga? 3 bulan yg lalu, ojol (car) menabrak dua orang jambret? you have to know the facts. Ternyata yg ditabrak si Eko ini bukan jambret!!! Yes, si Eko yg mengaku korban playing victim, dia fitnah si pengendara yg udah meninggal :)," tulis akun itu sebagainana dikutip Suara.com, Jumat (28/1/2022).
Akun tersebut juga mengunggah dua rekaman video yang memperlihatkan pria yang disebut Eko itu meminta maaf karena telah berbohong atas tewasnya 2 pengendara yang disebut sebagia pelaku jambret. Tampak pria berkaos merah itu meminta maaf dalam posisi bersimpuh di lantai.
Tampak pula ada wanita berkerundung yang disebut sebagai istri pria berkaos merah itu. Di dalam video juga terdapat pria dan wanita yang sedang duduk yang disebut-sebut sebagai pihak keluarga terkait pemberitaan tewasnya 2 jambret yang ditabrak oleh Eko.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan buka suara terkait hal tersebut. Dalam kesempatan di Mapolda Metro Jaya siang ini, dia menyatakan bahwa kasus tersebut murni penjambretan.
"Itu kasus betul penjambretan," kata Zulpan.
Zulpan menyampaikan, pihaknya telah menerbitkan Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3) karena dua pelaku penjambretan itu telah tewas. Tidak hanya itu, polisi juga mempunyai bukti yang mengarah kalau peristiwa itu murni penjambretan merujuk pada rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.
"Polisi sudah SP3 karena pelakunya meninggal dunia, pelapornya sopir Gocar, jadi terkait itu memang betul ada pidananya, ada bukti kejadian jambret, ada saksi dan ada rekaman CCTV sehingga dihentikan," tegas dia.
Baca Juga: Warga Keluhkan CCTV usai Maling Motor Beraksi di Pos RW 02 Kebon Baru, Camat Tebet Bilang Begini
Kronologi Kasus
Beredar video di media sosial yang memperlihatkan dua orang terduga pelaku jambret tewas mengenaskan di kawasan di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021) malam. Kedua orang itu diduga tewas setelah ditabrak oleh driver taksi online.
Dari keterangan di pemilik akun Instagram @updateinfojakarta, kejadian nahas itu berawal ketika kedua terduga pelaku menjambret telepon seluler milik Eko, driver taksol saat sedang menunggu orderan. Dalam video itu, Eko disebut merupakan warga Tangerang Selatan.
Peristiwa tabrakan itu bermula ketika Eko sedang menunggu orderan di sekitar Jalan Dr Saharjo. Tiba-tiba kedua terduga pelaku datang menggunakan motor Yamaha N-Max dan langsung menjambret handphone miliknya.
Tak terima, Eko mengejar kedua pelaku hingga ke Jalan KH Abdullah Syafii.
Ketika, Eko menabrak dari belakang kendaraan yang ditumpangi kedua terduga pelaku hingga terpental ke arah tiang listrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Terkini
-
Geopolitik Memanas, Status Siaga 1 TNI Belum Punya Batas Waktu
-
Pakar Hukum Pidana: Tak Logis Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak
-
Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'
-
Praperadilan Tudingan Sumpah Palsu Direktur PT WKM, Ahli Sebut Ada Cacat Formil
-
Kontroversi Abu Janda di TV, Pengamat Media: Industri Televisi Terjebak Sensasionalisme
-
55 Ribu Guru Sudah Dilatih, Menteri Dikdasmen Umumkan Coding dan AI Akan Jadi Pelajaran Wajib
-
Pemburuan Terbesar Sejak 98: 700 Anak Muda Diproses Usai Demo Agustus 2025
-
Dulu Lokasi Perang Dunia II, Menhan Bakal Sulap Morotai Jadi Pusat Latihan Militer Kelas Dunia
-
Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik
-
Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata