Suara.com - Pertambahan kasus COVID-19 varian Omicron memaksa seorang dokter asal Amerika Serikat untuk mengambil keputusan yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya selama pandemi.
Banyak pasien COVID menanti di ruang tunggu, namun jumlah dokter, perawat, bahkan tempat tidur tidaklah cukup.
"Muncul pikiran, apa yang akan terjadi dengan pasien yang sudah menunggu di rumah sakit dan bagaimana kami akan menangani mereka, bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan pasien kami?" ujar dr Morgan Eutermoser.
Belakangan ini, setiap kali dr Morgan menuju unit gawat darurat di rumah sakit Denver Health tempatnya bekerja, ia dihadapkan dengan setidaknya 60 pasien di ruang tunggu.
Sebelumnya, selama pandemi, jumlah pasiennya adalah sekitar 10.
"Kami sedang berusaha mencari cara untuk bisa menangani pasien tanpa harus merawatnya," kata dr Morgan.
"Tentunya saat ini kami sudah mencapai kapasitas maksimal."
Rumah sakit di AS hampir tidak mampu menghadapi wabah Omicron
Sementara itu di Boston, dokter UGD di rumah sakit Brigham and Women's, dr Jeremy Faust mengatakan kondisi yang menyulitkan ini memaksanya untuk mengirim pasien pulang lebih awal dari seharusnya.
"Kalau rumah sakit sedang dalam kondisi yang sangat, sangat penuh, kami terpaksa harus memulangkan pasien meski merasa tidak enak," katanya.
Baca Juga: Konsultasi Telemedisin Pasien Omicron, Dokter Sarankan Untuk Dilakukan Setiap Hari
"Kami hanya akan merawat pasien yang terlihat sangat, sangat sakit."
Dokter Jeremy yang juga mengelola situs untuk melacak kapasitas rumah sakit di seluruh Amerika mengatakan sebagian besar fasilitas RS di negara tersebut beroperasi dengan kapasitas penuh karena wabah Omicron, namun masih berusaha untuk bertahan.
"Di kondisi normal, rumah sakit bisa 90, 95, 99 persen penuh namun tidak pernah sampai terlalu penuh karena pasti menemukan cara untuk menambah jumlah tempat tidur," ujarnya.
Namun untuk pertama kalinya selama pandemi, rumah sakit di AS terancam menjadi terlalu penuh.
"Pada satu titik, jika pasien mulai terbengkalai, akan muncul situasi mengerikan, yang sejauh ini bisa kami hindari, namun sudah pernah terjadi di sisi lain dunia," ujarnya.
"Kami sudah melihatnya [di] Italia, di mana jumlah ventilator bagi yang membutuhkan tidak cukup."
Di Amerika Serikat, jumlah pasien yang dirawat karena COVID-19 mulai menurun apalagi sejak kasus Omicron mencapai puncak.
Namun masih ada 150.000 pasien yang dirawat di rumah sakit di seluruh AS setiap harinya, lebih banyak dari periode mana pun selama pandemi.
Menurut temuan dr Jeremy, kondisi rumah sakit di beberapa wilayah AS lebih buruk dari yang lainnya, terutama yang tingkat vaksinasi warganya rendah.
Kekhawatiran tetap ada bahkan ketika tingkat vaksinasi di daerah tertentu sudah tinggi.
Menurutnya, yang sering terinfeksi adalah para ibu hamil yang tidak mau divaksinasi karena khawatir vaksin dapat membahayakan janin mereka.
"Ini masalah serius karena banyak ibu hamil yang terancam hidupnya saat terpapar virus corona," ujarnya.
"Ketika terinfeksi, ibu hamil terancam terkena penyakit kehamilan sampai kematian janin."
Merawat mereka yang tidak divaksinasi
Keharusan merawat warga yang tidak divaksinasi adalah pengalaman yang tragis dan mengenaskan bagi dr Morgan di Denver.
Salah satu yang membekas di kepalanya adalah ketika seorang pria berusia 50 tahun meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit dengan tingkat oksigen 30 persen.
Walau demikian, dr Morgan mengatakan istri sang pasien yang tidak memahami keparahan COVID-19 terus menanyakan apakah mereka bisa segera pulang.
Menurutnya, mereka yang menolak vaksinasi masih percaya bahwa COVID bukan penyakit parah.
"Masih ada persepsi yang sangat salah tentang bagaimana orang-orang melihat COVID-19," katanya.
Kasus lainnya menyangkut seorang pria berusia 30 tahun yang menderita obesitas. Ia meminta divaksinasi setelah dirawat karena COVID-19 di rumah sakit.
"Saya bilang, 'Anda tidak perlu divaksinasi lagi karena sudah terpapar COVID,' dan dia bilang, 'Lalu apa yang harus saya lakukan?'"
Dokter Morgan mengatakan rumah sakit akan berusaha melakukan yang terbaik untuknya.
"Kemudian ia meninggal dunia di hari keempat," ujarnya.
Meski rumah sakit tempat dr Morgan bekerja masih bisa bertahan di tengah wabah Omicron, dampak sebenarnya dirasakan nakes secara pribadi.
"Kondisinya semakin sulit, banyak teman nakes paruh waktu yang akhirnya berhenti dan mencari pekerjaan lain karena beban kami sangatlah berat."
Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris
Berita Terkait
-
Teja Paku Alam Terabaikan Timnas Indonesia, Bukti Kokohnya Lini Belakang Persib?
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Hasil Super League: Persib Bantai Persik 3-0, Thom Haye Cetak Gol!
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
-
Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Hambalang, Bahas Pangan, Energi, dan Idulfitri
-
Polda Metro Jaya Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi saat Ramadan, 7 Pemuda Ditangkap
-
China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya
-
Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Jadi Operasi Tangkap Tangan Kedelapan Tahun 2026
-
Bareskrim Kejar 2 Anak Buah Ko Erwin yang Masuk DPO, Diburu hingga ke Kalimantan
-
Efek Domino Teheran: Akankah Runtuhnya Iran Mengubah Peta Energi Global Selamanya?
-
Polisi Tangkap 7 Pria dan 2 Wanita Muslim yang Mokel Saat Puasa, Ini Ancaman Hukumannya
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat