Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tak terlihat dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah Ke-96 NU pada Senin (31/1/2022). Absennya Cak Imin tersebut dinilai hubungannya dengan NU sedang renggang.
"Hubungan keduanya sepertinya sedang tak nyaman," kata Pengamat Politik dari Univertas Al-Azhar, Ujang Komarudin, saat dihubungi, Rabu (2/2/2022).
Ujang mengatakan, bisa saja antara Cak Imin dengan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya memiliki kepentingan yang berbeda. Terlebih Cak Imin dianggap beda dengan gerbong Gus Yahya.
"Kami tahu Gus Yahya itu dulu PKB kubu Gus Dur, dan pernah jadi Wasekjen di PKB kubu Gus Dur. Kami tahu juga PKB Gus Dur dikalahkan oleh PKB Cak Imin. Sehingga kubu PKB Gus Dur termasuk Gus Yahya tergusur," ungkapnya.
Ujang menilai Cak Imin hingga kekinian juga masih dinilai punya pandangan politik yang berbeda dengan Gus Yahya.
Untuk itu, hubungan renggang antara NU dengan PKB disebut bukan lah hal yang aneh. Perbedaan pandangan politik jadi isu utamanya.
"Hubungan yang tak nyaman dan retak antara PKB dan NU itu merupakan hal yang tak aneh, karena mereka berdua secara garis politik beda kubu," tandasnya.
Untuk diketahui memang acara Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah Ke-96 NU di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin kemarin turut dihadiri Puan Maharani selaku Ketua DPR RI.
Puan bahkan datang berbarengan dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin. Dengan pakaian muslim tertutup berwarna hitam dan dibalut kerudung berwarna coklat Puan tampak terus beriringan dengan Jokowi.
Baca Juga: Gus Ipul Geram, Peringatkan Admin Twitter Nahdlatululama: Serahkan atau Kami Lapor Polisi
Adapun Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono tampak hadiri secara langsung juga di acara NU tersebut. Hal itu diunggah langsung oleh AHY dalam akun media sosial pribadinya.
Tampilan AHY tampak menyesuaikan acara dengan mengenakan sarung bermotif batik dibalut jas dan peci berwarna hitam. Namun menariknya justru Ketua Umum PKB Cak Imin tak nampak dalam acara tersebut.
Berita Terkait
-
AHY dan Puan Ikut Hadiri Pengukuhan Pengurus Baru PBNU, Marketing Politik Kandidat Capres?
-
Disebut-Sebut Presiden Jokowi di Harlah NU, Ini Dia Sosok Ainun Najib
-
Guyonan Dianggap Mengadu Domba, Gus Ipul Ultimatum Admin Twitter Nahdlatul Ulama: Serahkan Akun dalam Waktu 1x24 Jam!
-
Muncul Dukungan untuk Prabowo-Muhaimin, Politisi PKB: Kita Tidak Bisa Maju Sendiri, Elektoral Pak Prabowo Bagus
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat