Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan asik telponan saat Presiden Jokowi tengah membawakan sambutan, viral di media sosial.
Melansir Terkini.id -- jaringan Suara.com, Video Luhut asik telponan saat Jokowi sambutan itu viral usai diunggah pengguna Twitter Brammasro, seperti dilihat pada Jumat 4 Februari 2022.
Dalam narasi cuitannya, warganet itu menilai hanya di era Presiden Jokowi seorang menteri telponan saat kepala negara tengah memberi sambutan kenegaraan saat meresmikan proyek.
"Hanya terjadi di era ini. ketika kepala negara sedang memberi sambutan kenegaraan meresmikan proyek-proyek, seorang menteri terlihat sedang berkomunikasi melalui hp," cuit warganet Brammasro.
Menurutnya, jika aksi Luhut itu dilakukan di era Presiden SBY, Soeharto atau Megawati Soekarnoputri pasti yang bersangkutan akan ditegur dan kena sanksi.
"Kalau era Soeharto, mega, Pak SBY pasti kena tegor & sanksinya. the lord emang ruaar biasa!" tuturnya.
Dilihat dari video itu, tampak Luhut Binsar Panjaitan yang tengah berdiri di belakang Presiden Jokowi sedang menerima telepon seseorang dari ponsel miliknya.
Sementara di depannya, terlihat Presiden Jokowi tengah memegang secarik kertas dan membawakan sambutan.
Unggahan video warganet soal Luhut telponan saat Presiden Jokowi tengah memberi sambutan itu ikut dibagikan Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya.
Mustofa lantas mengaitkan aksi Luhut terima telpon saat Jokowi sambutan tersebut dengan peristiwa ketika Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegur bawahannya lantaran main HP saat Andika tengah pidato.
"Kenapa di era Soeharto? Belum lama ini Panglima TNI Pak Andika Perkasa menegur seorang Kasrem 174/ATW Merauke Kolonel Hamim Tohari, gara-gara main HP saat Pak Andika ceramah," ujarnya.
Berita Terkait
-
Viral Menteri Luhut Terima Telepon Saat Presiden Jokowi Sambutan, Warganet: The Lord Mah Bebas
-
Heboh Luhut Asyik Telponan di Belakang Jokowi yang Lagi Pidato, Netizen: Lord Bebas, The Real Presiden
-
Bagi-bagi Kaus Picu Kerumunan, Istana Akui Sulit Bendung Antusiasme Masyarakat untuk Bertemu Jokowi
-
Momen Jokowi dengan Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi Sebelum Tinjau Kampung Jeruk-Resmikan Tol Binjai-Stabat
-
Hari Ketiga Jokowi di Sumut: Naik Heli Super Puma Temui Petani Jeruk hingga Resmikan Jalan Tol Binjai-Stabat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT