Suara.com - Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman berdialog dengan Kepala Staf Angkatan Darat Australia General Rick Burr secara virtual, Jumat (11/2/2022). Dalam dialog tersebut, kedua belah pihak bersepakat untuk meningkatkan kerja sama.
Di dalam perbincangan, Dudung menyampaikan kerja sama antar dua instansi Angkatan Darat bisa berkembang dan meningkat ke depannya. Menurutnya, hubungan tersebut akan sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan kerjasama di bidang latihan, pendidikan dan dialog antara kedua Angkatan Darat.
"Setelah pandemi Covid-19 ini, merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan dan melanjutkan hubungan kedua Angkatan Darat dan berjanji akan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia-Australia," kata Dudung di Ruang Bina Yudha 1, Mabesad, Jumat.
Pernyataan Dudung tersebut mendapat respon positif dari General Rick Burr yang menyampaikan bahwa rintisan pembicaraan terkait persahabatan dan kemitraan yang telah dilakukannya dengan Kasad sebelumnya, dapat dilanjutkan pada periode kepemimpinan Kasad sekarang dan selanjutnya.
General Rick Burr juga menyampaikan perlu adanya pertukaran personel maupun instruktur dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia kedua belah pihak.
Menanggapi hal tersebut, Dudung bersepakat bahwa hubungan persahabatan ini harus dijaga dan dipelihara.
"Ke depan, mari kita lakukan kegiatan bersama yang bersifat latihan, ataupun kegiatan lain. Sehingga hubungan Angkatan Darat Indonesia-Australia semakin baik," ajak Dudung.
Kerja sama yang dimaksud akan diprioritaskan pada bidang latihan dan pendidikan. Dikarenakan menjadi negara sahabat, maka menurut Dudung harus disamakan persepsi dan perlu dipadukan antara taktik dan teknik yang akan dikembangkan. Termasuk pendidikan untuk meningkatkan kualitas di seluruh level, baik Perwira, Bintara maupun Tamtama.
"Latihan ini harus disamakan persepsinya, pendidikan tidak hanya bagi Perwira tetapi juga Bintara dan Tamtama secara gabungan," pungkasnya.
Baca Juga: Kasad Jenderal Dudung: Indonesia-Australia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Angkatan Darat
Berita Terkait
-
Kasad Jenderal Dudung: Indonesia-Australia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Angkatan Darat
-
Guntur Romli: Pernyataan Jandral Dudung soal 'Tuhan Bukan Orang Arab' Dipelintir, Pelakunya Gerombolan Penyerang Ahok
-
Ustaz Adi Hidayat Tanya Tuhan Bukan Orang Arab Lalu Orang Mana?, Langsung Diskakmat Eko Kuntadhi
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif
-
KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
-
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
-
Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban
-
Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun
-
Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran
-
Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!