- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung penuh ketegasan Presiden Prabowo menindak oknum aparat beking ilegal.
- Pemberhentian tidak dengan hormat dan proses pidana harus diterapkan kepada seluruh oknum yang menyalahgunakan pangkat serta pengaruh.
- Presiden Prabowo memanfaatkan teknologi canggih untuk melacak tindakan ilegal dan memberantas oknum aparat nakal secara tanpa pandang bulu.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti adanya oknum aparat berseragam "coklat" dan "hijau" yang kerap menjadi beking tindakan ilegal.
Ia menegaskan, bahwa Komisi III berada di belakang Presiden untuk membersihkan institusi dari oknum nakal.
“Komisi III 1000 persen mendukung ketegasan Presiden Prabowo untuk menindak seluruh oknum aparat yang masih coba-coba menjadi beking tindak kejahatan," ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Sahroni menilai, komitmen kuat yang telah ditunjukkan oleh Presiden dan Kapolri harus diterjemahkan secara konsisten oleh seluruh jajaran di tingkat bawah.
Ia tidak ingin arahan pimpinan yang sudah jelas justru dikhianati oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
“Nah Presiden dan Kapolri sudah komit, maka jajaran di bawah ya harus patuh. Karena kadang arahan dari pimpinan tertingginya sudah clear sedari awal, namun jajaran di bawah yang masih suka curi-curi kesempatan," kata Sahroni.
"Maka dengan ini jangan ragu lakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) dan proses pidana terhadap setiap oknum yang masih nekat jadi beking,” lanjutnya.
Politisi Partai NasDem ini juga mengingatkan bahwa di era kepemimpinan Presiden Prabowo, teknologi canggih akan mempermudah pelacakan tindakan ilegal.
Untuk itu, ia meyakini tidak akan ada lagi ruang bagi oknum untuk bersembunyi di balik pangkat atau pengaruh besar mereka.
Baca Juga: Sahroni Usul Polisi Tembak Begal di Tempat: Ini Baik Sekali, Untuk Beri Rasa Aman!
“Karena di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak peduli seberapa tinggi pangkat, seberapa besar pengaruhnya, kalau masih main-main merugikan masyarakat, pasti disikat habis. Tidak ada pandang bulu,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung pengguna seragam coklat dan hijau yang kerap menjadi beking. Prabowo tidak menutup mata terhadap keberadaan para beking.
Menurut Prabowo tindakan-tindakam ilegal yang dilakukan saat ini bisa mudah ketahuan. Caranya adalah melalui teknologi canggih.
"Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih, teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah. Radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari, kita akan pakai untuk mencari bunker bunker di sekitar kau," kata Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional