- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memicu tekanan ekonomi bagi masyarakat kelas menengah dan bawah di Indonesia.
- Sosiolog UGM Arie Sujito menyatakan penurunan daya beli masyarakat kini berpotensi memicu dampak sosial dan ketidakstabilan politik nasional.
- Berkurangnya kapasitas fiskal negara menghambat pelayanan publik sehingga pemerintah perlu segera mengambil kebijakan darurat yang tepat sasaran.
Suara.com - Tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi domestik.
Di tengah gejolak tersebut, kelompok kelas menengah dinilai menjadi pihak yang paling rentan merasakan dampaknya.
Menurut Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, kenaikan berbagai biaya kebutuhan hidup membuat masyarakat harus menghitung ulang pengeluaran rumah tangga.
Termasuk menyesuaikan berbagai rencana hidup yang sebelumnya telah disusun.
Kondisi tersebut perlahan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama untuk kebutuhan sekunder yang mulai dikurangi demi menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
Belum lagi ketika cadangan sumber daya ekonomi yang dimiliki masyarakat mengalami penurunan nilai secara signifikan.
Tekanan ekonomi global saat ini membuat negara menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan kemampuan subsidi bagi masyarakat.
Dampak dari kondisi global tersebut dalam jangka pendek dinilai paling cepat dirasakan kelompok kelas menengah dan masyarakat bawah.
"Kalau negara tidak memiliki kemampuan mengatasi secara cepat, dampaknya akan beruntun," kata Arie, dikutip Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Lemah, Purbaya Akui 'Terpaksa' Turun Tangan lewat Pasar Obligasi
Ketika masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan primer, dampaknya tidak lagi terbatas pada persoalan ekonomi rumah tangga semata.
"Kalau sudah masuk ke kebutuhan primer itu akan punya dampak secara sosial," ujarnya.
Arie menilai negara sebenarnya telah menjalankan berbagai program perlindungan sosial untuk menjaga daya tahan masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Namun, ia melihat langkah tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab krisis yang terjadi di lapangan.
"Terjadi diskoneksi antara upaya-upaya program yang dilakukan itu dengan krisis yang terjadi," tuturnya.
Ia juga menyoroti berkurangnya kapasitas fiskal negara dan daerah yang dinilai turut memperbesar tekanan sosial ekonomi masyarakat.
Menurutnya, penurunan transfer fiskal dari pemerintah pusat membuat banyak daerah mengalami kesulitan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Berita Terkait
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS
-
BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026
-
Heboh Pernyataan Prabowo 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar', Strategi Tenangkan Warga atau Gaslighting?
-
Rupiah Lemah, Purbaya Akui 'Terpaksa' Turun Tangan lewat Pasar Obligasi
-
Prabowo Bacakan Langsung KEM-PPKF RAPBN di DPR, Ketua Komisi XI DPR: Bukan karena Rupiah Melemah
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran
-
Menlu Austria Ngamuk ke Anak Buah Benjamin Netanyahu: Perlakuannya Tidak Dapat Diterima!
-
Menteri PPPA Jadikan Keluarga Gus Dur Contoh Rumah Tangga Tanpa Kekerasan dan Bias Gender
-
Sudah Empat Hari, Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Tuntas Dipadamkan
-
TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
-
Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026
-
Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data