Suara.com - Komisi II DPR melanjutkan proses fit and proper test calon anggota KPU-Bawaslu pada Rabu (16/2/2022) malam. Rapat dilanjutkan usai sebelumnya diskors lantaran ada kabar anggota Komisi II positif Covid-19.
Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa memastikan bahwa seluruh yang hadir sudah dinyatakan negatif dari Covid. Karena itu rapat diputuskan dimulai kembali.
"Kami semua sudah antigen. Hari ini semua sudah dalam posisi negatif, jadi kalau ada yang mau masuk ke sini harus di antigen. Kita akan mulai," kata Saan, Rabu malam.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi II Syamsurizal mengatakan bahwa Komisi II tetap melanjutkan proses uji kelayakan dan kepatutan. Mengingat tersisa tiga calon anggota Bawaslu.
Namun begitu, ia belum bisa memastikan apakah malam ini juga akan dilakukan pleno pengambilan keputusan soal calon anggota KPU-Bawaslu terpilih atau tidak.
"Tetap malam ini. Apakah pleno atau enggak yang jelas kita habisin dulu yang 3 sisa ini. Jadi kami antigen dulu, itu kuncinya," kata Syamsurizal.
Diketahui, ruangan Komisi II diisolasi sementara usai ada temuan kasus positif Covid-19 di tengah proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon anggota KPU-Bawaslu periode 2022-2027.
Pantauan Suara.com di Kompleks Parlemen, Gedung Nusantara, ruangan Komisi II sudah disteril dari anggota maupun para calon anggota. Kekinian ruangan itu ditutup, kendati masih ada beberapa pegawai yang memindahkan barang.
Berdasarkan pantauan, para anggota Komisi II maupun para calon berikut staf dan tenaga ahli kini berkumpul di ruang Komisi V yang berada di depan ruangan sebelumnya.
"Ruangan (Komisi II) semprot dulu, kita pindah ruangan nih ke Komisi V. Ini mau disemprot malam ini, biar bsk bisa lanjut rapat lagi," kata Syamsurizal.
Syamsurizal mengatakan bahwa saat ini para pihak yang sebelumnya berada di Komisi II mengikuti jalannya fit and proper test, sedang melakukan tes swab. Ia berujar tes yang dilakukan pertama ialah antigen, setelahnya baru dilanjutkan tes PCR.
"Kami tidak PCR dulu. Kami pakai 2 yaitu antigen 15 menit kemudian PCR. Jadi tentu yang sudah 15 menit itu positif, ya gak usah ikut," tuturnya.
Diketahui, Komisi II DPR menskors sementara proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test pada sore menjelang waktu magrib. Rapat diskors lantaran didapatkan ada anggota Komisi II DPR yang terkonfirmasi positif.
Anggota tersebut diketahui memberikan kabar dirinya positif. Dari pemaparan Wakil Ketua Komisi II DPR Syamsurizal, anggota yang positif tersebut masih melakukan rapat pada Selasa (15/2) kemarin.
"Informasi terakhir yang kami dapatkan adalah bahwa salah satu dari anggota kita yang kemarin berkirim surat tidak perlu sebutkan namanya. Tapi sampai dengan tadi malam sampai dengan kemarin masih bersama kita, ternyata beliau positif terpapar Covid," kata Syamsurizal saat memimpin jalannya rapat fit and proper test.
Tag
Berita Terkait
-
Ruang Komisi II Kosong Usai Ditemukan Kasus Positif, Anggota DPR dan Calon Anggota KPU-Bawaslu 'Mengungsi' ke Ruang Lain
-
Ada Anggota DPR Positif Covid-19, Komisi II Skors Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu untuk Tes PCR
-
Malam Ini Baru Diputuskan, Beredar Pesan Hoaks Tentang Nama Anggota KPU-Bawaslu
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
-
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
-
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar
-
Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
-
12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta