Suara.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh memberikan komentar mengenai usulan penundaan pemilu.
Dikutip dari makassar.terkini--jaringan Suara.com, Surya Paloh menolak soal usulan penundaan Pemilu 2024.
Surya Paloh mengatakan, pelaksanaan pemilu sudah disepakati bersama dan tetap harus digelar lima tahun sekali.
Lebih lanjut, Surya Paloh mengibaratkan pemilu seperti sebuah kereta api.
Hal tersebut ia ungkapkan setelah menghadiri konsolidasi Partai NasDem di Surabaya, Jawa Timur.
"Jangan ada penundaan, ibarat kereta api ini sudah jalan, jangan sampai berhenti," kata Surya Paloh, dikutip dari makassar.terkini--jaringan Suara.com, Selasa (1/3/2022).
Di samping itu, Surya Paloh juga menjelaskan bahwa Pemilu boleh ditunda apabila dalam dua kondisi.
Ia mengatakan, penundaan pemilu sebenarnya bisa dilakukan jika memang terjadi kondisi penting yang dialami Indonesia.
Dua kondisi tersebut yaitu apabila terjadi peperangan atau bencana alam yang sangat berdampak besar.
"Pada kondisi-kondisi seperti itu, bolehlah Pemilu ditunda," jelasnya.
Surya Paloh mengatakan, aturan pelaksanaan pemilu telah diatur dan disepakati bersama.
Oleh sebab itu, ia sangat taat dan menghormati regulasi yang telah ditetapkan.
Berita Terkait
-
Pengamat Ungkap Nasib PDIP dan Megawati Jika Pemilu 2024 Ditunda
-
NasDem Tegaskan Tolak Wacana Tunda Pemilu, Surya Paloh Instruksi Kader di DPR Lakukan Ini
-
Mantan Menteri Era SBY: Memperpanjang Masa Jabatan Presiden Jokowi Hanya Memperpanjang Alamat Penderitaan Rakyat
-
Surya Paloh Berharap Pemilu 2024 Tak Ditunda, Kecuali Negara Dalam Keadaan Genting
-
Nasdem Ogah Bicarakan Wacana Pemilu 2024 Ditunda, tapi Singgung Soal Perpanjangan Masa Jabatan Jokowi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Divonis Bersalah, Ini Fakta Rangkaian Sidang Laras Faizati
-
Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan
-
Siaga Musim Hujan, Pemprov DKI Pangkas Sejumlah Pohon Sebelum Tumbang
-
Jakarta Selatan dan Timur Dibayangi Hujan Lebat dan Angin Kencang Siang Ini, Cek Wilayah Terdampak!
-
Terungkap! Ini yang Dikoreksi Prabowo dari Desain hingga Fungsi IKN
-
Tangis dan Amarah Bercampur, Pendukung Protes Keras Vonis Pidana Laras Faizati
-
Antisipasi Banjir, Jakarta Selatan Siagakan Puluhan Pompa Air di Titik Rawan
-
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
-
KPK: Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto Diduga Terima Duit Pemerasan Rp12 Miliar
-
Jaksa Agung Soal KPK Tak Lagi Pajang Tersangka: Dari Dulu Kami Enggak Memajang