Suara.com - Baru-baru ini, Garda Nasional Ukraina membagikan sebuah video yang berisi pejuang Batalion Azov yang tengah mengolesi peluru dengan olesan minyak lemak babi untuk menyerang pejuang Muslim Chechnya. Video tersebut dibagikan melalui akun twitter @ng_ukraine di mana pejuang Azov mencoba menakut-nakuti prajurit Muslim yang kini sudah masuk di wilayah Ukraina dengan peluru lemak babi. Siapa Batalion Azov?
Sebagai informasi, Chechnya merupakan negara republik dengan penduduk mayoritas Islam yang mengirimkan tentara untuk membantu Rusia serang Ukraina. Batalion Azov menggunakan peluru minyak babi untuk membuat para tentara muslim Chechnya kabur dari negaranya.
Dalam video tersebut, tampak seorang pria yang konon adalah anggota pejuang Azov terlihat mencelupkan peluru ke dalam lemak babi saat dirinya berbicara untuk mengingatkan para pejuang Chechnya. Siapa Batalion Azov? Mari simak ulasan profil Batalion Azov di bawah ini.
Siapa Batalion Azov?
Batalion Azov yang beraliran Neo Nazi adalah pasukan yang dibentuk Ukraina untuk melawan Pasukan Rusia. Batalion Azov ini disebut-sebut sebagai target pasukan militer Rusia dalam konflik Rusia-Ukraina, karena memiliki ideologi Neo Nazi dan menjadi Garda Nasional Ukraina saat ini. Adanya Batalion Azov di Ukraina juga melatarbelakangi Presiden Vladimir Putin untuk melakukan invasi (selain tidak ingin Ukraina bergabung dengan NATO, yang dianggap akan mengancam Rusia).
Dilansir dari berbagai sumber, Batalion Azov terbentuk dari ultras klub sepak bola FC Metalist Kharkiv dengan nama 'Sect 82'. Pendirinya adalah Andriy Biletsky, yaitu seorang fasis yang sangat kejam. Bersama dengan Batalion Azov, dirinya di tahun 2010 sempat meminta Ukraina untuk memimpin perang salib "ras kulit putih" melawan Untermenschen yang dipimpin oleh Semit, sebagaimana dilaporkan Peoples World.
Lebih tepatnya, Batalion Azov awalnya dibentuk sebagai milisi sukarela pada tanggal 5 Mei 2014. Kemudian pada 12 November 2014, Azov dimasukkan ke dalam Garda Nasional Ukraina, dan sejak saat itu semua anggotanya adalah tentara bayaran yang bertugas untuk Garda Nasional Ukraina.
Mereka menjadi semakin terkenal karena ciri khas mengenakan lencana Wolfsangel yang dulu digunakan oleh sejumlah divisi Nazi selama Perang Dunia II. Ditambah lagi, sejumlah tuduhan dikaitkan dengan Batalion Azov terhadap penyiksaan para tawanan perang.
Pada tanggal 13 April 2014, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengeluarkan dekrit yang mengizinkan pembentukan pasukan paramiliter baru dari warga sipil. Salah satu di antaranya adalah Batalion Azov memulai sebagai unit Polisi Patroli Khusus (batalion sukarela dibawah Kementerian Dalam Negeri). Batalion Azov mendapatkan pelatihan di dekat Kiev oleh para instruktur yang berpengalaman dari Angkatan Bersenjata Georgia. Kemudian, Batalion Azov dikerahkan dan terlibat pertempuran di Mariupol.
Baca Juga: 10 Negara Pendukung Ukraina Melawan Invasi Rusia, Apakah Indonesia Termasuk di Dalamnya?
Kini, Batalion Azov telah terintegrasi penuh dalam militer Ukraina. Pada 2015 lalu, jumlah anggota Batalion Azov telah mencapai 1.400 personel, namun diduga kini anggotanya semakin bertambah, tapi angkanya tidak diketahui dengan jelas.
Menurut Hope Not Hate di tahun 2018, melansir dari The Guardian, sebuah kelompok yang terkait dengan Batalion Azov, mengatakan bahwa mereka telah bekerja dengan Divisi Misanthropic dan perwakilan kelompok sayap kanan yang berbasis di Inggris, termasuk juga organisasi teror terlarang National Action dan ultra-nasionalis Polandia yang berbasis di London. Kelompok-kelompok inilah yang kemudian merekrut aktivis sayap kanan Inggris untuk ikut terjun di Medan Ukraina kala itu.
Batalion Azov memiliki tradisi Neo-Nazi, di mana mereka mengklaim sebagai pengikut dari Hitler Ukraina subdivisons SS dan pro-Hitler. Pemimpin Partai Komunis Ukraina Petro Symonenko mengatakan bahwa tentara bayaran asing diizinkan untuk mendaftar dengan militer Ukraina adalah hal yang biasa, dan bukan hanya unit seperti Azov yang merekrut mereka.
Itulah ulasan mengenai siapa Batalion Azov yang tengah menjadi sorotan dunia karena memiliki taktik perang tersendiri. Semoga dapat menambah wawasan Anda.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
-
10 Negara Pendukung Ukraina Melawan Invasi Rusia, Apakah Indonesia Termasuk di Dalamnya?
-
Apa itu Uni Eropa? Mengenal Sejarah, Tujuan Terbentuk dan Daftar Anggota Perserikatan yang Ingin Dimasuki Ukraina
-
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Nyaris Terbunuh
-
Dua Miliarder Rusia Ini Terang-terangan Melawan Presiden Putin, Tolak Perang Ukraina
-
Militer Ukraina Olesi Peluru Pakai Lemak Babi untuk Lawan Tentara Muslim Chechnya
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora