Suara.com - Peneliti Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) Wildhan Khalyubi memberikan tanggapan mengenai wacana penundaan Pemilu 2024.
Dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Wildhan mengaku tak habis pikir adanya wacana tersebut.
Wildhan mengatakan, alasan di balik usulan penundaan Pemilu 2024 tersebut dinilai tak masuk akal.
Menurutnya, usulan penundaan Pemilu 2024 memperlihatkan merosotnya esensi demokrasi dan amanat konstitusi.
"Hal ini secara fundamental menunjukkan kegagalan partai politik dalam menghidupkan nilai paling utama yang sepatutnya dijunjung tinggi, yakni fairness dalam proses elektoral," kata Wildhan, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Kamis (3/3/2022).
Tak hanya itu, Wildhan menjelaskan, Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu menyatakan usulan tersebut merupakan preseden buruk demokrasi.
Menurutnya, alasan penundaan Pemilu 2024 terlalu dipaksakan.
Pasalnya, berdasarkan data BPS menunjukkan perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 7,07 persen dan berpotensi naik pada 2022.
"Dengan demikian, hal ini tidak relevan jika Pemilu 2024 ditunda karena alasan stabilitas ekonomi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan Pilkada Serentak 2020 dapat digelar dengan baik.
Menurutnya, peserta dan pemilih bisa menerapkan protokol kesehatan dengan tertib.
Sehingga tidak ditemukan kluster pilkada seperti yang dikhawatirkan sebelum pelaksanaan.
"Di tingkat partisipasi, Pilkada Serentak 2020 mencapai angka 76,09 persen atau naik 7,03 persen dibandingkan pelaksanaan pilkada sebelumnya," jelasnya.
Berita Terkait
-
Cak Imin Panen Hujatan Gara-gara Bikin Gaduh Soal Penundaan Pemilu 2024, PKB: Demokrasi Tidak Mengharamkan Usulan
-
ICW: Penundaan Pemilu 2024 Berpotensi Memunculkan Kepemimpinan Otoritarian
-
2 Kekuatan yang Dapat Cegah Penundaan Pemilu 2024, Azis Samual Mengelak Terlibat Kasus Pengeroyokan Ketum KNPI
-
Hidayat Nur Wahid Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
-
Tolak Penundaan Pemilu, Sekjen PSI: Tetap pada 14 Februari 2024
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung