Suara.com - Ekonom senior, Rizal Ramli bereaksi keras terhadap berita soal Kementerian Perdagangan atau Kemendag yang disebut mencurigai rakyat menimbun minya goreng.
Melansir Terkini.id -- jaringan Suara.com, ia menyindir bahwa Kemendag asal bicara, tidak becus dalam bekerja, dan kerap salah dalam menganalisa, namun kini malah menyalahkan rakyat.
"Ini apaan sih? Kementrian asal nyeplak, ndak bisa kerja dan analisa salah mulu, malah nyalahin rakyat, kebangetan," kata Rizal Ramli melalui akun Twitter resminya pada Senin, 7 Maret 2022.
Rizal Ramli menilai Kemendag asal bicara sebab menurutnya, mayoritas rakyat Indonesia memiliki penghasilan harian sehingga tidak akan mampu untuk menimbun stok minyak goreng.
"Pendapatan mayoritas rakyat kita itu harian, ndak punya uang utk nimbun!" katanya.
Bersama pernyataannya, Rizal Ramli membagikan sebuah berita berjudul "Kemendag Curigai Banyak Warga 'Menimbun' Minyak Goreng."
Diketahui Kemendag menyatakan sampai sampai saat ini masih belum mengetahui penyebab pasti kelangkaan minyak goreng.
Kemendag mengklaim bahwa jika dicek di tingkat produsen, produksi minyak goreng yang berjalan saat ini seharusnya mencukupi kebutuhan domestik.
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didid Noordiatmoko mengatakan bahwa saat ini, produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan sehingga kelangkaan terhadap produk tersebut seharusnya bisa teratasi paling lambat akhir Maret 2022.
Baca Juga: Sebut Pemilu Seharusnya Dipercepat Jika Presiden Tak Becus, Rizal Ramli Singgung Anggaran Rp 500 T
Pemerintah pun secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi minyak goreng agar dapat diperoleh dengan mudah dengan harga yang terjangkau di masyarakat.
Akan tetapi, kata Didid, muncul persoalan baru yang merupakan dampak dari kenaikan harga dan kelangkaan barang, yakni panic buying.
Ia menilai bahwa masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan sebab sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.
Padahal, menurutnya, hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng.
"Tapi ini baru terindikasi," kata Didid dalam kunjungan kerja ke Palembang seperti dikutip dari Antara, Minggu, 6 Maret 2022.
Berita Terkait
-
Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Tembus 70 Persen, Rizal Ramli: Survei Abal-abal
-
Protes Warga dan Aksi Mogok Sopir Angkot Berbuah Manis, Jalan Rusak Sukabumi-Bogor Mulai Ditambal
-
Wacana Penundaan Pemilu 2024, Pengamat: Rakyat Seharusnya Berkuasa, Bukan Oligarki!
-
Soroti Pemerintahan Jokowi, Rizal Ramli: Enggak Becus, Malah Bikin Rakyat Hidup Sulit
-
Sebut Pemilu Seharusnya Dipercepat Jika Presiden Tak Becus, Rizal Ramli Singgung Anggaran Rp 500 T
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda