Suara.com - Ratusan warga yang mengatas namakan Ganjar Pranowo Mania atau GP Mania, mendeklarasikan Ganjar Pranowo, untuk maju menjadi capres 2024, di di di Pantai Kelapa 6, Kelurahan Weri Larantuka Flores Timur NTT. NTT diharapkan, akan menjadi pelopor gerakan indonesia timur. untuk perubahan 2024.
Deklarasi Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024 ini diikuti oleh beberapa elemen masyarakat diantaranya kalangan pemuda, nelayan dan masyarakat NTT.
Mengatasnamakan Ganjar Pranowo Mania (GP 1), mereka mengkonsolidasikan relawan pemenangan Ganjar yang terdiri dari nelayan, pedagang dan warga.
Ketua GP Mania, Imanuel Ebenezer menegaskan dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.
“larantuka atau NTT akan menjadi pelopor gerakan Indonesia timur, untuk perubahan 2024. Saya yakin NTT khususnya larantuka punya kontribusi sejarah 2024. Kemenangan Jokowi di NTT tentu akan membawa kemenangan ganjar pranowo diatas 99 persen,“ ujarnya ditulis Senin (14/3/2022).
Selain itu, Mereka menilai Ganjar sebagai sosok yang rendah hati dan mampu memimpin bangsa Indonesia di masa depan.
Noel yang juga Ketua GP 1 mengatakan rakyat menginginkan pemimpin yang merakyat dan memahami persoalan masyarakat.
“Ganjar Pranowo mencerminkan sosok pemimpin egaliter. Beliau berasal dari rakyat jelata, dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, ” tandas aktivisis 98 ini.
“Inilah yang membuat rakyat NTT jatuh hati. Semaksimal mungkin relawan GP I akan menyokong Ganjar sepenuh hati,” ucap Noel.
Baca Juga: Ritual Kendi Nusantara di IKN Dikritik, Ganjar Pranowo Pasang Badan: Jepang juga Sama
Ketua Ikatan aktivis 98 ini mengungkapkan bahwa Ganjar memiliki karakter dan prestasi yang bisa diadu. Ganjar pernah jadi anggota DPR, dan gubernur dua periode. Belum lagi pengalaman aktivismenya saat mahasiswa.
“Kita butuh pemimpin yang bisa menyerap aspirasi rakyat. 10 tahun kepemimpinan Jokowi harus ditularkan ke pemimpin berikutnya,” kata Noel.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
-
Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik