Suara.com - Slovakia pada Senin pekan ini telah memutuskan mengusir tiga diplomat Rusia dari negara tersebut.
Para diplomat di Kedutaan Besar Rusia di ibu kota Bratislava melanggar Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik, ucar juru bicara Kementerian Luar Negeri Juraj Tomaga mengatakan kepada kantor berita resmi TASR sebagaimana dilansir dari kantor berita Anadolu, Selasa (15/3/2022).
Dia mengatakan para diplomat harus meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam.
Polisi akan mengadakan konferensi pers pada hari Selasa mengenai masalah tersebut.
Pengumuman terjadi di tengah perang Rusia di Ukraina, yang membayangi hubungan Moskow dengan Uni Eropa dan negara-negara anggota seperti Slovakia.
Kapal Rp 2 Triliun Milik Pengusaha Rusia Kena Sita
Di tempat lain, Spanyol dilaporkan telah menyita sementara sebuah kapal pesiar senilai 140 juta dolar AS (sekitar Rp 2 triliun) milik orang kaya Rusia di Barcelona, kata pemerintah negara itu pada Senin (14/3).
Dua orang narasumber mengatakan bahwa kapal itu dimiliki bos konglomerat Rusia Rostec yang juga sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Hari ini kami menyita--istilah teknisnya melumpuhkan untuk sementara--kapal pesiar milik salah seorang anggota utama oligarki (Rusia)," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di televisi La Sexta.
Baca Juga: Krisis Pangan Dunia Semakin Dekat Jika Rusia dan Ukraina Tak Segera Berdamai
"Kita berbicara tentang kapal pesiar yang kami perkirakan bernilai 140 juta dolar," ujar Sanchez sebagaimana dikutip Antara dari Reuters, Senin.
"Akan ada lebih banyak (kapal yang disita)," kata dia tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Situs Marine Traffic menyebutkan bahwa kapal pesiar yang terkait dengan dua anggota oligarki Rusia lain yang belum dikenai sanksi juga berlabuh di Barcelona.
Menurut situs pemantauan lalu lintas laut itu, kapal pesiar yang disita itu telah berada di Barcelona sejak 9 Februari, dan sampai Senin (14/3) masih dalam perbaikan di galangan kapal Barcelona MB92.
Kapal pesiar mewah bernama lambung Valerie dengan panjang 85 meter itu adalah milik Sergei Chemezov, mantan perwira di dinas intelijen Uni Soviet KGB dan pemimpin Rostec, kata narasumber.
Kapal pesiar itu akan tetap ditahan sementara oleh pihak berwenang Spanyol untuk memastikan kepemilikannya dan mencari tahu apakah mereka termasuk dalam daftar target sanksi, kata sumber pemerintah Spanyol.
Berita Terkait
-
Bank Dunia Melarang Warga hingga Perusahaan Menimbun Makanan dan Bensin
-
Krisis Pangan Dunia Semakin Dekat Jika Rusia dan Ukraina Tak Segera Berdamai
-
Mayoritas Publik RI Dukung Invasi Rusia dan Kagumi Putin, Pakar Khawatir
-
Elon Musk Tantang Duel Vladimir Putin, Eks Perdana Menteri Rusia Beri Balasan Menohok
-
The Best 5 Otomotif: Presiden RI Joko Widodo ke MotoGP Mandalika, Empat Perusahaan Uji Mitsubishi Minicab-MiEV
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
-
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
-
Kecelakaan Tragis di Koja: Nenek Penumpang Ojek Tewas Terlindas Trailer Usai Pulang Berobat