Suara.com - Aksi Slamet Iskandar Syah baru-baru ini bikin gempar Kabupaten Brebes. Lelaki berusia 32 tahun ini nekat mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Darat untuk memperdaya seorang karyawati bank.
Pemuda berperawakan tegap dan berabut cepak ini mengaku sebagai prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berpangkat Letnan Dua (Letda).
Mereka bahkan hampir saja menggelar resepsi pernikahan sebelum akhirnya Slamet berhasil diringkus.
Korban pun telah menyerahkan keperawanannya kepada pelaku hingga kondisinya hamil.
Terbongkarnya penipuan yang dilakukan Slamet tersebut, atas kejelian anggota Koramil Songgom, dan Kodim Brebes. Berikut ini fakta-fakta oknum TNI gadungan di Brebes tersebut.
1. Atur Pernikahan Secara Militer
Untuk melancarkan tipu dayanya, Slamet berencana menggelar pernikahan dengan tradisi militer seperti upacara pedang pora di Hotel Grand Dian Brebes, 23-24 Maret 2022.
Babinsa menerima laporan bahwa ada anggota TNI yang berpangkat Letnan Dua (Letda) Infanteri, meminta izin akan melangsungkan pernikahan secara militer.
Danramil Songgom, Kapten Infanteri Sutarno menuturkan, awal penangkapan anggota TNI gadungan tersebut bermula dari Babinsa setempat menerima laporan dari kepala dusun.
Baca Juga: Ibu Gorok Anak di Brebes Mengaku Kena Bisikan Gaib, Jika Anaknya Tidak Dibunuh Sesuatu Akan Terjadi
2. Catut Nama Jenderal Andika Perkasa
Nyali Slamet Iskandar Syah tampaknya besar juga. Tak tanggung-tanggung, dia mencatut nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk menjadi pihak yang turut diundang.
Tak hanya itu, pelaku turut mencatut nama jenderal lain di undangannya seperti Mayjen Indra Hidayat, Letjen AM Putranto, Mayjen Tito Sumarsono, Mayjen Agus Salim, Mayjen Rudi Hartono, Mayjen Teguh dan lainnya. Tipu muslihat ini yang kemudian justru membikin sejumlah pihak curiga.
3. Gagal Tunjukkan Identitas
Kodim Brebes menyataka pelaku tidak dapat menunjukkan identitas sebagai anggota TNI saat diinterogasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah tentara gadungan.
Pelaku mengaku berdinas di Mabes TNI sebagai ajudan Panglima TNI. Hal itu dilakukan untuk mempermudah aksi penipuan dalam hal werfing (rekrutmen TNI).
Berita Terkait
-
7 Fakta Angie Ang, Presenter Cantik yang Dapat Hadiah Spesial dari Marc Marquez
-
Ibu Gorok Anak di Brebes: Saya Cuma Mau Taubat Sebelum Mati
-
Ibu Gorok Anak di Brebes Mengaku Kena Bisikan Gaib, Jika Anaknya Tidak Dibunuh Sesuatu Akan Terjadi
-
Geger TNI Gadungan Nikahi Anak Kolonel, Ini Cara Bedakan TNI Palsu dan Asli, Jangan Tertipu!
-
CEK FAKTA: Beredar Kabar Duka Siti Nurhaliza Meninggal Dunia, Benarkah?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar