2. Minta 300 Ayat Al-Quran Dihapus
Kontroversi terbaru, Pendeta Saifuddin membuat ramai warganet usai meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut untuk menghapus 300 ayat di Al-Quran. Menurutnya kitab suci umat Islam itulah yang memicu intoleran dan radikalisme yang menyebabkan perpecahan umat beragama.
“Karena ayat yang 300 itu boleh menghabisi orang Kristen, boleh menghabisi orang kafir, boleh mematikan orang non muslim,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Saifuddin juga meminta 300 ayat di Al-Quran untuk di skip atau direvisi karena dapat memicu intoleran, radikalisme dan membenci kaum lain.
"Bahkan kalau perlu, 300 ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, hidup radikal, dan membenci orang lain karena beda agama itu diskip atau direvisi atau dihapus dari Al Quran Indonesia," kata Saifuddin Ibrahim
3. Menghina Rizieq Shihab
Baru-baru ini, Pendeta Saifuddin kembali melakukan penghinaan. Salah satunya adalah ia menghina ormas FPI dan Rizieq Shihab dengan menyebutnya sebagai imam besar kadrun. Saifuddin juga mengejek Rizieq Shihab atas kasus chat mesum dengan seorang perempuan serta menyindir karena melarikan diri ke Arab Saudi.
4. Sebut Islam Sekte Kristen
Dalam sebuah video yang diunggah ke dalam akun YouTube Saifuddin Ibrahim, ia blak-blakan menyebut bahwa Nabi Muhammad SAW pernah dibaptis dan ia berpendapat bahwa Islam merupakan sekte dari agama Kristen.
Baca Juga: Apakah Pemerintah akan Umumkan Daftar Penceramah Radikal Lagi?
5. Menghina Lembaga Pendidikan Islam
Dari video YouTube Saifuddin Ibrahim, dirinya mengatakan bahwa pondok pesantren dan madrasah yang ada di Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang mencetak terorisme dan radikalisme.
Demikian informasi mengenai kontroversi Pendeta Saifudin Ibrahim yang pernah ia lakukan.
Tag
Berita Terkait
-
Aurelie Moeremans Cerita Adaptasi Jadi Ibu Baru, dari Begadang sampai Pilih Popok
-
Review Serial The Boroughs: Refleksi Filosofis tentang Waktu dan Kematian!
-
PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM Melalui SAPA UMKM
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas