Suara.com - Baru-baru ini muncul sebuah foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang banyak menjadi perbincangan. Keduanya tampak berwajah murung saat bertemu di sebuah rumah makan di Bali. Foto itu diunggah mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya melalui instagram pribadinya.
“Duduk semeja dengan Presiden Jokowi dan Menko Luhut Panjaitan tentu mimpi banyak orang. Alhamdulillah rezeki anak soleh, saya mendapatkan kesempatan itu. Bincang santai selama lebih dari satu jam sambil menikmati pemandangan Pantai Kura Kura Bali," tulis Tantowi Yahya saat mengunggah foto tersebut.
Foto tersebut kemudian ramai menjadi perbincangan. Sebab dalam foto tersebut, baik Jokowi maupun Luhut tampak berwajah muram. Hal itu sangat kontras dengan ekspresi Tantowi Yahya yang penuh senyum. Foto ini kemudian dibahas oleh pengamat politik Rocky Gerung bersama jurnalis senior Harsubeno Arief yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung pada Minggu, 27 Maret 2022.
Dalam video tersebut, Rocky menganalisis pertemuan Tantowi Yahya dengan Jokowi itu. Rocky menilai Presiden sedang melobi mantan Dubes tersebut untuk menjadi juru bicara. Namun, menurut Rocky, beragam masalah yang terjadi di Indonesia saat ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan seorang juru bicara.
“Sebetulnya krisis ekomomi ada di depan mata kita dan itu nggak bisa diselesaikan hanya dengan seorang juru bicara. Ini menyangkut kebijakan Presiden tentang kabinetnya itu, yang memang bobrok,” ujar Rocky.
Filsuf jebolan Universitas Indonesia itu melihat wajah murah Presiden dan Menko Marves merupakan gambaran suasana bangsa.
“Jadi orang melihat apapun yang dilakukan presiden itu pasti akan memperburuk suasana. Nah, wajah buruk itu yang terlihat di wajah dua tokoh ini. Manyun semua,” terangnya.
“Seolah-olah Indonesia nggak ada masa depan lagi, Indonesia enggak ada masa depan. Yang nggak ada masa depan ya dua tokoh ini Pak Jokowi dan Pak Luhut,” ujar dia. “Muramnya Indonesia ada di muramnya dua tokoh besar ini,” tutur Rocky Gerung.
Kontributor : Alan Aliarcham
Baca Juga: Ditanya Siap Nyapres 2024, Jawaban Luhut Bikin Riuh: Hatur Nuhun Kang Sutisna, Doakan Kami
Berita Terkait
-
Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?