Suara.com - Sejumlah orang termasuk kaum hawa harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Dampak pandemi Covid-19 pun dirasakan Hartati, seorang pekerja seni.
Sebagai seorang koreografer, Hartati juga sangat terdampak dengan pandemi Covid-19. Ia mengatakan pekerja seni merupakan profesi yang sangat terdampak seperti sektor pariwisata lainnya.
Seorang seniman kata dia, tergantung dengan pertunjukan yang merupakan bagian dari mata pencahariannya. Namun ketika awal pandemi harus terhenti.
"Kalau seniman itu kan memang tergantung dengan pertunjukan, apalagi seniman pertunjukan seperti saya, selalu membutuhkan ruang panggung dan itulah salah satu mata pencarian kita juga, bukan besar kecilnya proyek, tapi yang membuat kita bisa berjalan sehari-hari atau menghidupi kita," ujar Hartati dalam diskusi bertajuk "Ketangguhan Perempuan Menghadapi Dua Tahun Pandemi" secara virtual, Selasa (29/3/2022).
Menurutnya pemerintah selama ini hanya mengumumkan sektor perhotelan dan pariwisata yang paling banyak terdampak pandemi Covid-19. Terkait itu kemudoan ia menganggap pemerintah tak memperhitungkan pekerja seni yang juga terdampak.
"Jadi seni pertunjukan itu masih dianggap biasa aja, tidak terlalu diperhitungkan, jadi tidak dihitung apakah para seniman terdampak. Jadi seni pertunjukan dianggap biasa saja, saya merasa tidak terlalu diperhitungkan juga. Sehingga tidak dikaji secara detil," papar Hartati.
Saat awal pandemi membuat Hartati harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan selain dari pertunjukan. Terlebih ia harus menghidupi dua anak yang masih sekolah.
"Pengalaman saya itu shock banget, kalau dihitung berapa sih tabungan, hidup harus terus berjalan setiap hari uang harus keluar, apalagi seperti saya punya anak 2, ada yang kuliah yang masih SMA. Nah itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," ucap Hartati.
Singkat cerita Dosen seni tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu sempat mencoba menjual kue buatan rekannya demi bertahan hidup di masa pandemi.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Menkes Budi Minta IDI dan Terawan Bicara Baik-Baik
"Pertama-tama itu memang bingung untuk saya personal serius mau ngapain, saya juga mencoba jualan kue, saya bilang ke teman boleh nggak jualan kue," kata Hartati.
Dari kue yang ia jual sehari bahkan mendapatkan keuntungan Rp1.500.000.
"Banyak teman-teman relasi orang-orang yang aku kenal, gampang banget aku sehari itu bisa sampai puluhan box bisa laku. Sampai sehari aku dapat Rp1.500.000," kata Hartati.
"Tapi aku nggak bertahan lama, karena aku malu terlalu banyak untungnya, aku bilang aku stop aku nggak mau kalian rugi," tuturnya.
Lebih lanjut, sebagai seorang seniman tidak mempunyai penghasilan tetap setiap waktu. Ia kemudian mencontohkan jika bulan ini dapat uang besar, belum tentu bulan berikutnya akan mendapatkan hasil yang sama.
"Kalau kita tahu ada saatnya yang kita dapat membuatnya dapat uang besar, tapi uang besarnya kita tidak terima setiap waktu atau tidak setiap bulan," katanya.
Berita Terkait
-
Vaksin Booster Jadi Syarat Wajib Bagi Para Pemudik, Pengamat: Proteksi Optimal Kepada Masyarakat
-
Inspiratif, Mengenyam Pendidikan di Atas Rel Kereta Bersama Relawan FIlipina
-
Menkeu Sri Mulyani Bersyukur Inflasi Tanah Air Masih Terkendali, Negara Lain Mengkhawatirkan
-
Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Menkes Budi Minta IDI dan Terawan Bicara Baik-Baik
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?