Anda tidak tahu, anak Anda dikirim untuk berpartisipasi dalam manuver militer?
Ya. Saya bilang Yevgeny bahwa saya tidak bodoh dan tidak percaya dia dikirim ke Smolensk. Saya terus mencari informasi dan akhirnya menyadari bahwa dia akan dikirim ke Ukraina.
Saya ingin mencegahnya. Saya bilang padanya bahwa dia mungkin tidak akan kembali lagi. Dia menjawab: "Kamu bicara apa?!" Dia tidak tahu ke mana dia dikirim. Entah mereka sudah mencuci otaknya, membuat dia berpikir benar-benar akan berpartisipasi dalam latihan.
Atau dia tahu apa yang akan terjadi, tetapi tidak dapat membayangkan seperti apa pertumpahan darah itu. Saya kira tidak ada yang mengharapkan itu, bahkan Putin pun tidak.
Apakah ada kontak dengan dia setelah dia pergi?
Dia pergi 13 Februari. Saya bercanda bertanya apa dia suka Smolensk dan jenis makanan mereka. Dia tertawa, dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Terakhir kali saya mendengar kabar dari dia tanggal 24 Februari.
Dia menulis lewat akun WhatsApp sesama prajurit, memberi tahu saya: "Bu, perang telah pecah." Saya jawab: "Anakku, saya melihatnya di televisi." Dan dia bilang: "Coba bayangkan, seluruh unit kami terbunuh di perbatasan." Saya tanya: "kamu di mana?" Dia jawab: "Saya di Smolensk, Ibu."
Saya pikir dia ada di suatu tempat dekat sana. Karena dari sana mereka diterbangkan ke bandara (Hostomel, dekat Kyiv -Red). Saya bilang: "Tunggu di sana saja." Dan dia balas: "Baiklah, selamat tinggal ibu. Saya harus pergi. Beritahu istri saya bahwa semuanya baik-baik saja." Setelah itu kami tidak pernah mendengar kabar dari dia lagi.
Saya selalu membawa ponsel saya. Saya menghabiskan hari-hari menonton televisi, dan membaca di internet. Saya pikir, mungkin saya bisa melihat mukanya di suatu tempat. Saya pergi ke gereja setiap hari, menyalakan lilin dan berdoa untuk dia. Tapi saat itu, dia sebenarnya sudah lama mati.
Baca Juga: Intelijen AS: Penasihat Putin Beri Informasi Keliru Soal Perang di Ukraina
Apa yang membuat Anda berpikir begitu?
Saya membaca di internet bahwa tentara kami menaklukkan Hostomel pada 24 Februari. Semua anak laki-laki kami kemudian dikirim ke sana. Tapi kemudian mereka mendapat serangan dari Kyiv. Mereka dikepung dan tidak ada yang datang membantu mereka. Mereka ditembak dan dibom selama sehari penuh.
Bayangkan, bandara pada dasarnya adalah lapangan terbuka. Tanggal 25 Februari, tentara kami merebut lagi kendali atas Hostomel. Pada 26 Februari, mereka menemukan Yevgeny. Tapi saya baru diberitahu pada 8 Maret.
Unitnya menelepon saya sekitar pukul 13.30. dan memberi tahu bahwa putra saya tewas dalam pertempuran di dekat Rostov (Rostov-on-Don, sebuah kota di Rusia selatan, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Ukraina -Red).
Saya hampir gila. Saya tidak tahu mengapa mereka bilang begitu. Mungkin karena jenazahnya dikirim ke kamar mayat di Rostov, dan mereka tidak punya informasi bagaimana dia tewas.
Apakah Anda pernah mendiskusikan tentang Ukraina dengan putra Anda di masa lalu?
Sejujurnya, tidak.
Apakah Anda mengerti mengapa serangan ini dimulai?
Saya pikir jika kita tidak mulai membom mereka, Ukraina akan membom kita. Kita tidak punya pilihan. Tapi ada yang tidak beres. Begitu banyak tentara tewas. Kita tidak bisa berhenti, kita harus terus berjuang sampai meraih kemenangan.
Apakah Anda mengerti mengapa Rusia berperang di Ukraina? Apa yang diperjuangkan anak Anda?
Anak saya berjuang untuk kami, untuk rakyat dan negara Rusia. Supaya kita bisa tetap menggunakan ponsel kita, makan dan minum seperti dulu. Dia tidak mati sia-sia, dia mati untuk kita, agar kita bisa menjalani hidup yang panjang dan bahagia, sehingga kita tidak harus hidup dengan perang dan bom dijatuhkan kepada kita. Di Rusia, media tidak boleh menyebut konflik ini sebagai perang.
Apakah Anda menganggap ini sebagai perang atau sebuah "operasi khusus"?
Saya tidak melihat ini sebagai "operasi khusus". Ini adalah perang. Saya sadar, kita tidak bisa menyebutnya begitu, tetapi ini adalah perang. Ini adalah banjir darah. (hp/vlz)
Wawancara untuk DW dilakukan oleh Oxana Ivanova.
Berita Terkait
-
Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin
-
Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah
-
Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya
-
Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global
-
Soroti Proyek Satelit Rusia di Biak, Pansus Papua DPD RI Mulai Inventarisasi Masalah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat