News / Nasional
Senin, 04 April 2022 | 11:35 WIB
Ilustrasi: Suasana penyerangan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) ke pos TNI/Polri di Papua, Senin (17/1/2022). (Dok. Sebby Sambom) 

Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM mengklaim adanya serangan bom mortir yang dilakukan TNI-Polri ke markasnya di kawasan Alguru, Nduga, Papua sejak Kamis (31/3/2022) hingga Sabtu (2/4/2022).

Mereka menyebut serangan bom mortir itu turut membakar rumah warga sipil.

"Serangan bom mortir dua hari berikutnya mengakibatkan sembilan rumah warga sipil di Alguru terbakar hangus, menghancurkan semua harta benda milik warga sipil orang asli Papua di Ndugama," kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam laporannya kepada Suara.com, Senin (4/4/2022)/

Sebby mengungkapkan kalau pihaknya tidak mengetahui jenis bom atau senjata apa yang digunakan TNI/Polri dalam penyerangan kal ini. Pasalnya, TPNPB-OPM melihat dampak dari penyerangan itu langsung membakar rumah.

Markas mereka di Alguru juga langsung menjadi telaga lumpur akibat penyerangan tersebut. Namun TPNPB-OPM memastikan tidak ada korban jiwa akibat penyerangan yang dilakukan TNI/Polri.

Dengan melihat serang bom mortir, Panglima TPNPB-KODAP III Ndiuama Bridgen Egianus Kogeya melalui telpon selulernya mempertanyakan penggunaan bom oleh TNI/Polri yang menghancurkan alam dan merusak rumah warga sipil.

"Jadi anda Indonesia merusak tanah? Saya ada sama-sama dengan anda TNI/Polri di Kenyam," ungkap Sebby mengulang pernyataan Egianus.

Load More