Suara.com - Jika ke Bandung Barat ada Masjid Al Irsyad. Ini bukan masjid sembarangan, sebab hasil desain orang nomor 1 di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil.
Yang lebih spesial Masjid Al Irsyad mempunyai 99 buah lampu sebagai simbol Asmaul Husna.
Masjid Al Irsyad ada di Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Di bagian atap masjid terdapat 99 kotak persegi yang merupakan lampu penerang. Uniknya tepat di ujung setiap kotak membentuk asma Allah. Jika suasana mulai gelap kotak persegi itu akan tersorot cahaya yang lantas memancarkan Asmaul Husna.
Asri dan sejuknya masjid tersebut kian terasa dengan rimbunnya pepohonan yang ditanam di sekeliling masjid. Meskipun agak menutupi arsitektur Masjid Al Irsyad, namun pepohonan itu tak sepenuhnya menghalangi keindahan masjid yang menyihir mata jemaah kala hendak beribadah.
Masjid Al Irsyad mampu menampung 1.000 jemaah pada hari biasa. Namun lantaran pandemi Covid-19, pada bulan Ramadan ini jemaah yang bisa menjalani ibadah di masjid tersebut dibatasi hanya 700 orang.
Pada tahun 2010 National Frame Building Association memilih Masjid Al-Irsyad sebagai salah satu dari lima besar 'Building of The Year 2010' kategori arsitektur religius.
Masjid Al Irsyad juga diganjar penghargaan FuturArc Green Leadership Award 2011 oleh Building Construction Information (BCI) Asia karena konsep bangunannya yang ramah lingkungan.
Dikutip dari AyoBandung, Masjid berbentuk kubus ini memiliki tiga warna dominan putih, hitam, dan abu-abu. Di dinding masjid ini tertulis kalimat syahadat: Laailaha Ilallah Muhammad Rasulullah, terbuat dari balok berongga membentuk tulisan Arab khat kufi.
Baca Juga: Penerjemahan Kitab Babad Padjadjaran Bakal Buka Sejarah Hubungan Antara Sunda dan Jawa
Masuk ke dalam masjid, terdapat 99 buah lampu sebagai simbol Asmaul Husna. Masing-masing lampu berbentuk kotak ini memiliki suatu tulisan nama Allah.
Tulisan pada lampu-lampu itu mampu dibaca secara jelas dimulai dari bidang depan kanan masjid hingga tulisan ke-99 pada bidang kiri bagian belakangan masjid.
Dikutip dari laman resmi Kota Baru Parahyangan, Masjid Al-Irsyad yang berdiri di atas lahan 1 hektare itu dibangun pada 7 September 2009 atau bertepatan dengan Nuzulul Quran, 17 Ramadan 1430 Hijriyah. Pembangunan masjid selesai dan diresmikan pada bulan Agustus 2010.
Arsitektur masjid tersebut mengadopsi gaya bangunan Masjidil Haram dan Kakbah. Masjid ini juga mengusung konsep green mosque atau masjid hijau pada bangunan Masjid Al Irsyad. Hal itu terproyeksikan dari banyaknya ruang terbuka di bagian dalam masjid.
Paling mencolok yakni mihrab dan mimbar yang terbuka lebar dengan bentangan gunung dan pepohonan hijau. Bagian itu juga memperlihatkan sebuah bola beton berukuran besar dengan lafaz Allah.
"Masjid ini memang konsepnya green mosque, bangunannya terinspirasi Masjidil Haram dan juga Kakbah. Makanya dinding sekeliling masjid tampak tulisan kaligrafi dua kalimah sahadat," kata Ketua DKM Al Irsyad Ahmad Hairuddin kepada beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Kelihatan Tak Pernah Sedih, Atalia Praratya Bongkar Alasan Cepat Move On dari Ridwan Kamil
-
Jadi Bupati Minimal Lulusan Apa? Ini Aturan dan Latar Pendidikan Jeje Govinda yang Viral
-
Lisa Mariana OTW Kurus Lagi, Digoda Netizen: Bahaya, Si Akang Bisa Terpesona Lagi
-
Akses Ditutup Ahli Waris, 8 Ruang Kelasa di SDN Bunisari Tak Bisa Dipakai
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733