Suara.com - KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau dikenal dengan Gus Baha menegaskan dalam ceramahnya bahwa setiap pilihan Allah SWT itu pasti baik. Umat Muslim hanya perlu berdoa dan bertindak tanpa berlebihan memikirkan apa yang ada di dunia ini.
Gus Baha merupakan salah satu pendakwah yang memberi perumpaan dengan lebih mudah dipahami. Sering kali Guus Baha juga menyelipkan humor yang membuat pendengar dakwahnya tertawa.
Salah satunya kini tentang ceramah yang tayang di channel youtube Eling Gusti. Video yang diunggah pada Kamis (7/4/22), berjudul "Yang Terbaik adalah Pilihan Allah".
Gus Baha mulai resah dengan apa yang terjadi di dunia. Banyak orang kini sudah berani "mendikte" Allah SWT ketika diberikan sebuah kegagalan atau doanya belum dikabulkan dengan cepat.
"Sesuatu yang dikehendaki Allah itu pasti baik-baik saja," kata Gus Baha dalam suara video tersebut.
Gus Baha kemudian memberikan contoh pada zaman nabi, ketika Nabi Musa berperang melawan Firaun. Nabi Musa berdoa kepada Allah SWT agar bisa mengalahkan Firaun. Hal ini terdapat dalam surat Yunus ayat 88-89, seperti berikut ini:
Tulisan Latin:
Wa qalaa musaa rabbanaa innaka aataita fir'auna wa mala`ahu znataw wa amwaalan fil-hayaatid-dun-yaa, rabbanaa liyudillu 'an sabilik, rabbanatmis 'alaa amwaalihim wasydud 'alaa qulubihim fa laa yu`minu hattaa yarawul-'azaabal-alm
Qala qad ujibad da'watukumaa fastaqimaa wa laa tattabi'aanni sabilallazina laa ya'lamun
Baca Juga: Gus Baha: Salat Tidak Harus Memakai Jubah
artinya:
Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami -- akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih".
AlIah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui".
Gus Baha menjelaskan dari pengalaman ini bahwa Nabi Musa saja membutuhkan waktu 40 tahun agar doanya, untuk mengalahkan Firaun, dikabulkan. Sementara pada zaman sekarang, umat Muslim mulai gundah ketika doanya tak kunjung dikabulkan.
"Kegagalan itu tidak lagi dianggap hikmah, tapi dianggap masalah. Dulu itu tidak, para nabi itu berdoa, seperti nabi Musa berdoa itu baru dikabulkan 40 tahun. Nabi Musa mengalahkan Firaun itu menunggu sampai 40 tahun. tarung kalah tarung kalah, biasa itu bagi para nabi," kata Gus Baha dalam ceramah tersebut.
Gus Baha pun kemudian mengajak para umat Muslim untuk menikmati hidup dengan lebih rileks. Lagi-lagi, Gus Baha menekankan bahwa di setiap peristiwa pasti ada hikmah yang bisa diambil.
Berita Terkait
-
Puasa Mulai Hari Rabu atau Kamis? Sudahi Perdebatan Rukyat dan Hisab, Ini Kata Gus Baha
-
Seruan Taubat Ekologi, Gus Baha Ungkap Ancaman Allah Bagi Perusak Lingkungan
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Bak Langit dan Bumi: Jejak Digital Ungkap Timpangnya Kasta Mobil Tunggangan Gus Iqdam vs Gus Baha
-
Siapa Gus Aziz Jazuli? Kiai Muda yang Berani Menertawakan Gus Baha Soal Baalawi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!
-
Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu
-
Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi
-
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
-
BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?