Suara.com - Kejadian unik terjadi ketika aksi unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Salah seorang massa aksi dengan pedenya bernyanyi Indonesia tapi malah salah lirik.
Awalnya, di atas mobil komando Aliansi Rakyat Bergerak, sejumlah massa aksi sedang bergantian melakukan orasi. Setelah itu, salah seorang pria yang terlihat masih berusia cukup muda diberikan giliran memegang microphone.
Setelah itu, ia memberikan teriakan penyemangat kepada massa aksi yang terlihat mulai lemas dan sedang duduk-duduk. Ia pun juga mengajak massa aksi menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.
"Mari kita bernyanyi bersama," ujar pria berkaos hitam di lokasi, Senin (11/4/2022).
Namun, ia malah salah mulai menyanyikan lirik awal lagu nasional itu.
"Indonesia sejak dulu kala," kata pria itu melantunkan lagu Indonesia Pusaka.
Lirik selanjutnya, ia kembali salah menyanyikannya.
"Dibuai dibesarkan bunda," lanjut pria itu.
Pria tersebut lantas seperti merasa lirik yang ia nyanyikan salah.
Baca Juga: Lengserkan Jokowi Menggema saat Demo 11 April di Patung Kuda
Ia langsung terdiam dan terlihat tersenyum.
Mengetahui lirik yang dinyanyikan pria itu salah, massa aksi mencoba memperbaikinya.
"Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya," teriak sejumlah massa aksi.
Pria yang sudah terlanjur salah itu terlihat malu untuk melanjutkan lagi nyanyiannya. Akhirnya ia memberikan microphone kepada orang lain.
Diketahui pada Senin (11/4) ribuan mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara dan DPR RI.
Dalam aksinya ini mereka menuntut Presiden Joko Widodo menegaskan penolakan penundaan pemilihan umum dan perpanjangan masa jabatannya sebagai presiden.
Berita Terkait
-
Ditangkap Polisi, Pria Diduga Copet Nyaris Diamuk Massa Pendemo di Patung Kuda
-
Kapolri Bilang Mahasiswa Teman Polisi, Mahasiswa di DPR: Kok Gak Dibukain Pintu sih Pak?
-
Sebelum Babak Belur Digulung Pendemo 11 April di DPR, Ade Armando Diteriaki Munafik hingga Disuruh Tobat
-
Kronologis Ade Armando Digebuki saat Ikut Demo Mahasiswa 11 April di Depan Gedung DPR
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah