Jaringan NII memiliki anggota mencapai 1.125 orang, untuk anggota aktif sekitar 400 orang sedangkan sisanya merupakan anggota non aktif.
Dalam artian non aktif di sini adalah sudah berbaiat, namun belum aktif dilibatkan dalam kegiatan NII atau sewaktu-waktu bisa diaktifkan apabila perlu.
6. Cabang jaringan NII terbagi menjadi 5 ranting
Jaringan NII Cabang IV/Padang terbagi menjadi 5 ranting/UD yang masing-masing beranggota sekitar 200 orang. Jumlah total anggota di Sumatera Barat, 833 orang tersebar di Kabupaten Dharmasraya dan 292 orang di Kabupaten Tanah Datar.
7. Perekrutan anggota NII digelar secara terstruktur dan sistematis
Dari penjelasan Aswin, proses perekrutan anggota NII juga digelar secara terstruktur dan sistematis. Seseorang yang ingin bergabung dalam "warga" NII, mereka harus melalui 4 tahap perekrutan yang disebut “pencorakan”, yaitu P1 (pencorakan 1), P2, PL/P3 dan P4.
8. NII memiliki keinginan ubah ideologi Pancasila dengan Syariat Islam
Potensi ancaman teror NII Sumatera Barat didekteksi oleh Densus 88, di antaranya memiliki keinginan untuk mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Syariat Islam secara Kaffah.
9. NII disebut memiliki niat menggulingkan pemerintahan
Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Menjenguk Ade Armando di Rumah Sakit, Benarkah?
Densus 88 menuding NII memiliki niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah, apabila NKRI sedang dalam keadaan kacau atau chaos. Jaringan NII akan melakukan berbagai kegiatan i'dad (persiapan serangan teror) secara rutin.
10. NII disebut rencanakan persiapan logistik serangan teror
NII juga disebut merencanakan persiapan logistik serangan teror, yakni senjata tajam berupa golok, serta produsen senjata tajam berupa pandai besi.
Persiapan itu dilakukan untuk merekrut anggota secara masif di wilayah Sumatera Barat, dengan melibatkan anak-anak di bawah umur dan memiliki hubungan dengan kelompok teror di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Bali.
Kontributor : Annisa Nur Rachmawati
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Heboh Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Menjenguk Ade Armando di Rumah Sakit, Benarkah?
-
Satu dari Tujuh Teroris yang Ditangkap Densus 88 Merupakan Warga Kota Bandung, Ini Penjelasan Ketua RT Setempat
-
BREAKING NEWS! Tujuh Teroris Ditangkap di Bogor hingga Bandung, Dua Tahun Diburu
-
Ngeri! Core Indonesia Prediksi Inflasi RI Bisa Tembus 5,5 Persen Tahun Ini
-
CEK FAKTA: Benarkah Mahfud MD Sebut Hujatan Amien Rais ke Jokowi Ngeri dan Terlalu Overdosis?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!