Suara.com - Kasus korupsi di Indonesia seolah tidak pernah padam. Nilai yang membuat banyak orang terjerat kasus ini juga tidak main-main, bahkan hingga triliyunan rupiah. Beberapa kasus korupsi besar di Indonesia bahkan menyeret nama pejabat yang notabene berada di kedudukan tinggi dan harus mengorbankan kepentingan rakyat demi kepentingan pribadi.
Berikut deretan pejabat yang telribat kasus korupsi kebutuhan primer rakyat dengan nilai yang fantastis.
1. Setya Novanto (Kasus Korupsi E-KTP)
Kasus korupsi pengadaan proyek e-ktp yang menyeret nama Setya Novanto ini sempat membuat publik geger. Banyak orang yang menilai bahwa kasus ini merupakan kasus terbesar yang ditangani KPK pada tahun 2017 silam. Kasus ini terungkap setelah KPK berhasil menemukan fakta pengadaan proyek e-ktp yang mangkrak.
Proyek ini bernilai fantastis hingga hampir Rp 6 triliun rupiah yang melibatkan nama Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR pada saat proyek tersebut dimulai tahun 2011-2012. Hal tersebut membuat Setya Novanto ditetapkan menjadi tersangka dan mendapatkan hukuman 15 tahun penjara.
Drama yang dilakukan oleh Setya Novanto saat proses penyelidikan kasus ini juga sempat menjadi perbincangan banyak orang sebagai gimmick-nya agar bisa kabur dari persidangan.
2. Lutfi Hasan Ishaaq (Korupsi impor sapi)
Bukan hanya Setya Novanto yang rela mengorbankan keperluan rakyat, begitu pula dengan Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaaq. Pada tahun 20113 lalu, kasus impor sapi ini menyeret nama Lutfi dan rekannya, Ahmad Fathanah yang dijadikan tersangka atas dugaan suap penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.
Pihak penyuap dari PT. Indoguna Utama, Maria Elizabeth terbukti menyuap Lutfi dkk. sebesar Rp 1,3 miliar demi "menyelamatkan" bisnis impor sapi sehingga kegiatan impor bisa terus dilakukan dengan penambahan kuota yang seharusnya dibatasi oleh Kementerian Pertanian. Hal ini membuat Lutfi harus mendekam dipenajara selama 18 tahun.
3. Juliari Batubara (Korupsi Bantuan Sosial)
Walau pernah menyandang status sebagai Menteri Sosial, jiwa sosial yang dimiliki Juliari Batubara patut dipertanyakan setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam korupsi bantuan sosial pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek pada akhir 2020 kemarin.
Kasus korupsi bansos ini membuat banyak masyarakat yang geram, mengingat kondisi ekonomi di tahun 2020 termasuk kondisi terparah yang dialami oleh warga Indonesia akibat pandemi. Juliari yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Sosial diduga menerima suap hingga Rp 17 miliar dalam proyek pengadaan bantuan sosial tersebut divonis 12 tahun penjara.
4. Indrasari Wisnu
Kasus kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng ini terungkap setelah Dirjen Kemendag, Indrasari Wisnu ditetapkan sebagai tersangka. Bagaimana tidak, kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng ini membuat banyak masyarakat kesulitan dan harus sampai antri panjang demi memenuhi kebutuhan minyak goreng rumah tangga.
Setelah diselidiki, Indrasari bersama 3 rekan lainnya diduga membuat izin ekspor minyak secara ilegal dan membuat stok minyak goreng di Indonesia menipis. Kegiatan melawan hukum ini berhasil terendus oleh pihak berwajib dan membuatnya menjadi tersangka pada Selasa, (19/04/2022) kemarin.
Kontributor : Dea Nabila
Tag
Berita Terkait
-
Terkuak! Kebijakan Kemendag soal Minyak Goreng Mandul Gegara Dirjen Indrasari Wisnu Wardhana jadi Kaki Tangan Mafia
-
Tegas! Jaksa Agung Siap Tindak Mendag Jika Terlibat Kasus Minyak Goreng
-
Anak Buahnya Jadi Tersangka Korupsi Minyak Goreng, Mendag Lutfi Didesak Mundur; Legislator PKB: Alasannya Apa?
-
Eksepsi Dua Terdakwa Kasus Dugaan Kredit Macet Bank Sumsel Babel, Aran Haryadi dan Asri Wisnu Wardana Ditolak Hakim
-
Kejagung Jangan Tebang Piliih, Tak Cuma Dirjen Kemendag, Menterinya Jika Terlibat Mafia Migor Harus Diproses Hukum
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan