Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin melaksanakan olahraga pagi di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (22/4/2022). Kali ini Ma'ruf berjalan kaki sepanjang 1,5 km.
Ma'ruf yang mengenakan kaus berkerah putih dan celana panjang hitam memulai jalan kaki pada pukul 06.00 WIB. Kegiatan olahraganya diawali dengan pemanasan yang dipimpin oleh perwakilan dari Paspampres.
Ma'ruf tidak berjalan kaki sendirian. Dari pantauan Suara.com, Ma'ruf didampingi oleh Direktur Utama TWC Borobudur, Edy Setijono. Keduanya tampak menikmati sepanjang jalan di dalam kawasan TWC Borobudur sembari asyik bercengkrama.
Ma'ruf menghabiskan waktu selama sekitar 45 menit untuk mengitari kawasan TWC Borobudur. Sehari sebelumnya, ia juga sudah meninjau Candi Borobudur untuk melihat kesiapan menjelang masa libur hari raya Idul Fitri 2022.
Dari hasil peninjauannya, fasilitas TWC Borobudur sudah siap hampir 100 persen.
Ma'ruf mengatakan kalau persiapan harus dilakukan dengan baik mengingat jumlah pengunjung diprediksi bakal lebih meningkat akibat adanya pelonggaran kebijakan pandemi Covid-19.
"Karena memang sudah dua tahun masyarakat tidak bisa berkunjung tempat wisata ini, ini diperkirakan pengunjungnya akan banyak karena itu dipersiapkan sedemikian rupa," kata Ma'ruf.
Bukan hanya upaya mempercantik kawasan TWC Borobudur saja, perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap salah satu tempat wisata prioritas. Penataan UMKM juga dilakukan di sekitar kawasan TWC Borobudur.
"Bahkan penataan untuk selain sebagai tempat wisata juga tempat pengembangan UMKM juga didata dengan baik supaya tidak mengganggu tempat wisata sehingga semuanya telah berjalan dengan baik," tuturnya.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Kaget Mendengar Harga Tanah di Desa Karangrejo Naik Sampai 1000 Persen
Dengan persiapan yang sudah dilakukan tersebut, Ma'ruf berharap masyarakat bisa menikmati keindahan Candi Borobudur pada masa liburan nanti.
"Kita harapkan pada saat nanti hari raya liburan panjang masyarakat sudah bisa menikmati destinasi wisata terutama tentu wisatawan lokal mungkin juga wisatawan luar negeri."
Berita Terkait
-
Wapres Ma'ruf Amin Kaget Mendengar Harga Tanah di Desa Karangrejo Naik Sampai 1000 Persen
-
Wapres Ma'ruf Amin Tinjau Balkondes PGN Karangrejo, Nikmati Restoran Dengan Pemandangan Obor Api Abadi
-
Jelang Libur Lebaran, Maruf Amin Tinjau Persiapan Borobudur
-
Proyek Ambisius Wali Kota Solo, Gibran Siap Saingi Borobudur dan Malioboro
-
Didampingi Istri, Wapres Ma'ruf Amin Kunker ke Jateng dan DIY
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?