Suara.com - Tenda pengungsian kebakaran Pasar Gembrong pindah. Sebelumnya tenda itu ada di Jl. Basuki Rachmat, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.
Kini tenda pengungsian tersebut akan dipindahkan ke halaman Universitas Mpu Tantular yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran.
Hal itu dikatakan Wakil Camat Jatinegara Endang Kartika di Jakarta, Senin hari ini.
Ada tiga tenda pengungsian sementara yang didirikan.
"Untuk penanganan sementara, kami buat tenda tadi malam di sepanjang jalan. Tetapi pada pagi ini kita bongkar, kita akan pindahkan ke halaman Universitas Mpu Tantular," kata Endang.
Endang menambahkan pemindahan lokasi tenda pengungsian itu juga dilakukan agar tidak mengganggu kenyamanan lalu lintas pengendara kendaraan bermotor.
"Kita pindahkan supaya kondusif dan tidak mengganggu lalu lintas," ujar Endang.
Lebih lanjut, Endang mengatakan setidaknya ada sekitar 350 kepala keluarga yang terdampak musibah kebakaran di Pasar Gembrong itu.
Dia juga mengatakan bantuan bagi korban kebakaran di Pasar Gembrong telah berdatangan dari sejumlah pihak seperti BPBD DKI Jakarta, PMI, Dinas Sosial DKI Jakarta hingga warga.
Baca Juga: Dahsyatnya Kebakaran Pasar Gembrong, 400 Bangunan Ludes Terbakar dengan luas 1.200 Meter Persegi
"Nanti akan ada data lebih lanjut dan selalu kita 'update' setiap saat," kata Endang. (Antara)
Berita Terkait
-
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
-
Lapak di Cakung Ludes Terbakar Jelang Sahur, 26 Jiwa Lolos dari Maut
-
Battle of Fates Dikecam, Ramal Kasus Kematian Petugas Pemadam Kebakaran
-
Kebakaran di Mal Ciputra Bekasi, Percikan Las Logo Reklame Jadi Pemicu
-
Gudang Peralatan Masak di Ragunan Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji