Suara.com - Keberadaan Partai Mahasiswa Indonesia disebut erat korelasinya dengan rezim pemerintahan saat ini.
Hal itu disampaikan Pengamat Sosial Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa karena melihat riwayat pertemuan antara Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto.
"Dilihat dari segi komunikasi politik, adanya riwayat pertemuan antara Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia beberapa waktu lalu dengan Wantimpres patut diduga bahwa eksistensi mereka erat korelasinya dengan rezim sekarang," ujar Herry kepada Suara.com, Selasa (26/4/2022).
Meskipun demikian Herry menuturkan pengajuan SK Kemenkumham tak membutuhkan banyak dana. Sebab kata dia pertempuran sejatinya yakni saat verifikasi di KPU.
"Untuk mencari tahu soal siapa donatur atau penyumbang logistik saat ini, saya kira membuat SK ini kan tak butuh banyak logistik karena sejatinya pertempurannya kan saat verifikasi dari KPU yang barangkali membutuhkan dana yang mumpuni," tutur Herry.
Tak hanya itu, Herry menilai tujuan dibentuknya Partai Mahasiswa Indonesia untuk mengkerdilkan gerakan mahasiswa melalui model politik praktis.
"Soal tujuan sudah pasti ini upaya mengkerdilkan gerakan mahasiswa melalui model politik praktis," kata dia.
"Mahasiswa baiknya selalu mengedepankan independensi, kemerdekaan pemikiran dan tindakan. Apalagi terkooptasi dengan urusan politik yang pragmatis dan serba oportunistik," Herry menambahkan.
Lebih lanjut, Herry menyebut jika mahasiswa dikonsolidasikan melalui parpol, justru akan menciptakan turbulensi peradaban intelektual, baik sikap dan pemikiran pasti hasil negosiasi politik yang cenderung oportunis dan berbasis kepentingan kelompok.
Baca Juga: 6 Fakta Partai Mahasiswa Indonesia, Sudah Terdaftar di Kemenkumham
"Hal ini bisa merusak daya kritis kedepannya," katanya.
Partai Mahasiswa
Sebagai informasi, nama Partai Mahasiswa Indonesia pertama kali diungkap oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat menerima audiensi dari perwakilan massa demonstrasi mahasiswa dan buruh, pada 21 April 2022.
Partai Mahasiswa Indonesia merupakan salah satu dari 75 partai politik yang resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Partai tersebut tercantum di daftar nomor 69 dalam surat Penyampaian Data Partai Politik yang Telah Berbadan Hukum berkop Kemenkumham, Nomor M.HH-AH.11.04-19, tertanggal 17 Februari 2022.
Berdasar data, Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia tertera atas nama Eko Pratama. Sekertaris Jenderal, Mohammad Al Hafiz. Bendahara Umum, Muhammad Akmal Mauludin. Ketua Mahkamah, Tegus Stiawan. Anggota Mahkamah: Davistha A, Rican.
Berita Terkait
-
Partai Mahasiwa Berhak Daftar Jadi Peserta Pemilu, KPU: Bisa Ikut Pemilu atau Tidak, Kita Lakukan Mekanisme Verifikasi
-
Polemik Berdirinya Partai Mahasiswa Indonesia, Penuh Keraguan dan Penolakan
-
6 Fakta Partai Mahasiswa Indonesia, Sudah Terdaftar di Kemenkumham
-
Heboh Partai Mahasiswa Indonesia, Begini Cara dan Syarat Bikin Parpol
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan