Suara.com - Rekayasa lalu lintas contra flow diberlakukan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Cikampek. Hal itu untuk mengurangi kemacetan di sana setelah terjadi kecelakaan hingga penutupan jalan.
Terdapat beberapa update rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan antara lain contra flow satu lajur yang berlaku dari KM 47 sampai KM 86 Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek ditutup pukul 09.03 WIB dampak dari kecelakaan di KM 47 lajur contra flow.
"Rekayasa lalu lintas yang sebelumnya ini tengah berlangsung di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek sempat dinyatakan ditutup dikarenakan kecelakaan yang terdapat di lajur contra flow kini dibuka kembali," ujar Marketing and Communication Department Head Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division Tody Satria dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Kemudian buka tutup akses Jalan Tol Layang Mohammad Bin Zayed (MBZ) diberlakukan, untuk akses masuk dari arah Jatiasih, Jatibening, dan Kalimalang, secara kondisional ditutup pukul 10.00 WIB.
Pasca-penanganan kecelakaan dan lajur aman digunakan, pintu akses contra flow KM 47 dibuka kembali dan contra flow sebanyak satu lajur diberlakukan kembali pukul 10.10 WIB.
Penambahan menjadi 2 lajur contra flow KM 47 sampai KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek diberlakukan sejak pukul 12.37.
Masyarakat pengguna jalan tol diimbau selalu berhati-hati dalam berkendara, patuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan.
Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses oleh pengguna jalan tol melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080 dan aplikasi Travoy untuk pengguna iOS dan Android. (Antara)
Baca Juga: Tinjau GT Palimanan, Menhub Berikan Pernyataan Soal Jalur Mudik Sempat Macet Total
Berita Terkait
-
Dikawal Ketat! Bus Rombongan Bonek Dipastikan Aman Keluar Tol Cikatama Usai Diserang Batu-Petasan
-
Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal
-
Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan
-
Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama
-
Periode Akhir Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman
-
Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz
-
Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum