Unjuk rasa damai berminggu-minggu yang menuntut pengunduran diri sang perdana menteri dan adiknya, Presiden Gotabaya Rajapaksa, berubah menjadi kerusuhan mematikan pada Senin (9/5). Sembilan orang tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka.
Insiden itu menjadi yang terburuk menimpa Sri Lanka sejak perang saudara berakhir pada 2009.
Kota kecil Weeraketiya di wilayah selatan, tempat Mahinda tinggal saat mengunjungi keluarga besarnya di distrik Hambantota, tak luput dari sasaran.
Sesaat setelah dia mundur pada Senin, ratusan orang menyerang sekelompok kecil polisi yang menjaga vila miliknya yang sederhana. Mereka merusak bangunan berisi benda-benda kenangan keluarga dan piala olahraga.
Di rumah utama, grafiti merah bertuliskan "Gota Go Home" (Gota Pulanglah), slogan populer dalam unjuk rasa anti pemerintah, terlihat di dindingnya.
Di ruang tidur Mahinda, jendela dirusak tapi barang-barang lainnya tampak tak tersentuh: alat pengendali TV dan sebuah buku tentang pemain kriket Sri Lanka Muttiah Muralitharan terlihat di dekat sebuah kursi.
Menurut sejumlah saksi mata dan polisi, vila tersebut adalah persinggahan pertama aksi vandalisme pada malam hari yang menyasar properti Rajapaksa. Tak satu pun anggota keluarganya berada di sana saat penyerangan terjadi.
"Belum pernah saya melihat hal seperti itu," kata anggota keamanan keluarga.
Dia menambahkan bahwa rekan-rekannya yang terluka tak berani ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena khawatir para dokter dan perawat berbalik melawan mereka.
Baca Juga: Lakukan Medical Check-up, Jordi Amat Tiba di Jakarta Hari Sabtu Sedangkan Sandy Walsh akan Menyusul
Masa Depan Dipertanyakan
Krisis finansial terburuk di Sri Lanka sejak merdeka pada 1948 itu telah memicu keraguan terhadap masa depan Rajapaksa.
Berasal dari keluarga pemilik lahan pedesaan di distrik Hambantota, keberuntungan klan Rajapaksa mulai terlihat ketika Mahinda menjadi perdana menteri pada 2004.
Setelah memenangi pemilihan presiden pada 2005, Mahinda dan Gotabaya –saat itu menteri pertahanan– mengakhiri perang saudara dengan separatis Tamil di utara dan timur Sri Lanka lewat serangan brutal pemerintah yang menewaskan puluhan ribu orang.
Mahinda gagal terpilih untuk masa ketiga presiden pada 2015, namun keluarganya kembali berkuasa lewat Gotabaya dalam pemilihan presiden 2019.
Dua dari sembilan kematian dalam kekerasan di seluruh negara itu pada Senin terjadi di Weeraketiya, setelah massa menyerang kantor seorang anggota parlemen setempat dan anggota keamanannya membalas dengan tembakan ke arah mereka, menurut kepolisian.
Berita Terkait
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang
-
WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel