Suara.com - Kepolisian akan melakukan tes psikologi terhadap Nurhayati (42), sosok perempuan berpakaian serba putih yang mengetuk pintu-pintu rumah warga di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Pemeriksaan akan dilakukan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Lampung.
Demikian hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam sambungan telepon, Senin (16/5/2022) hari ini. Hanya saja, belum diketahui secara pasti kapan pemeriksaan tersebut.
"Nanti kami akan lakukan pemeriksaan psikologi melalui Biro SDM Psikologi Polda Lampung," kata Pandra.
Selain sebagai penegak hukum, kata Pandra, Polri juga mempunyai peran sebagai pengayom masyarakat.
Dalam hal ini, pihaknya akan menjembati kasus Nurhayati yang terlilit utang pinjaman online pada forum koordinasi pinpinan daerah.
"Tentunya polisi sebagai pelindung, pengayom masyarakat akan menjembatani forum koordinasi pimpinan daerah. Aparat desanya, apa yang dilakukan bupati dengan warganya yang mengalami permasalahan ekonomi seperti ini," papar Pandra.
Terlilit pinjol
Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan kalau Nurhayati menggunakan cadar. Dalam hal ini, kepolisian menegaskan jika Nurhayati hanya mengenakan pakaian tertutup.
"Bukan berhijab atau bercadar, karena masalah agama sangat sensitif. Jadi kami katakan seorang wanita mengenakan pakaian tertutup serba putih dan kacamata," kata Pandra.
Baca Juga: Wanita Bercadar Putih Ungkap Alasan Minta-minta, Ternyata Terjerat Utang Belasan Pinjol
Pandra menyampaikan, Nurhayati merupakan anak ketiga dari enam bersaudara yang bekerja sebagai petani. Nurhayati, lanjut Pandra, juga berasal dari keluarga dengan ekonomi yang biasa saja.
Nurhayati telah berpisah dengan suaminya pada 2012. Dengan demikian, Nurhayati menjadi single parent dan harus membesarkan anak seorang diri.
Syahdan, ketika pandemi Covid-19 menghajar Tanah Air, Nurhayati mengalami kesulitan ekonomi. Singkatnya, dia terlilit pinjaman online dengan total uang sebesar Rp. 39 juta.
"Dia menjadi tukang punggung keluarga. Dia single parent membesarkan anaknya. Di tengah pandemi Covid-19, dia mengalami kesulitan ekonomi sehingga melakukan pinjol. Bukan hanya 1 pinjol tapi 11 pinjol dengan total nilai Rp. 39 juta," ucap Pandra.
Diduga, 11 pinjaman online yang membikin pusing kepala Nurhayati adalah ilegal. Bahkan, Nurhayati kerap mendapat ancaman untuk segera melunasi utang dari pihak pinjaman online ilegal tersebut.
"Dari pinjol itu, yang sebagian besar dikategorikan sebagai pinjol ilegal. Dugaannya seperti itu. Karena desakan pembayaran utang, saudara Nurhayati mendapat ancaman," papar Pandra.
Pandra menegaskan, Nurhayati telah mengenakan pakaian tertutup serba putih tersebut sejak berpisah dengan suaminya. Jadi, tindakan Nurhayati yang mengetuk pintu-pintu rumah bukanlah sebuah modus untuk menakut-nakuti warga.
"Perlu diketahui, dia pakai pakaian tertutup serba putih itu, dia lakukan semenjak pisah sama suaminya. Jadi itu bukan modus untuk menakuti-nakuti warga," sambungnya.
Merujuk pada penyelidikan Polres Pringsewu dan Polsek Sukoharjo, Pandra menyatakan tidak ada satupun warga yang merasa terintimidasi. Bahkan warga merasa iba dan memberikan sejumlah uang kepada Nurhayati secara sukarela.
"Tidak ada satu pun warga merasa terintimidasi terhadap perilaku Nurhayati. Bahkan warga merasa iba dengan memberikan uang, ada yang Rp. 50 ribu. Warga tidak kenal siapa dia," papar Pandra.
Di media sosial, juga sempat dinarasikan jika sosok perempuan berpakaian tertutup serba putih tersebut membawa senjata tajam. Pandra membantah hal tersebut dan menyatakan tidak ada dugaan tindak pidana yang dilakukan Nurhayati.
"Jadi tidak benar ada ancaman. Tidak terbukti adanya dugaan pidana. Bahkan warga kasih dengan ikhlas," tutup dia.
Dikembalikan ke Kelurga
Nurhayati telah dikembalikan polisi ke pihak keluarga. Bahkan, yang bersangkutan sudah membikin permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Pandra menyampaikan, Nurhayati menjalani pemeriksaan pada Minggu (15/5/2022) kemarin. Bahkan, pihak keluarga juga hadir.
"Dia baru diperiksa kemarin hari Minggu (15/5). Bahkan keluarga dan kepala desanya sudah hadir. Dia sudah buat pernyataan permohonan maaf atas peristiwa ini. Dan tidak akan mengulangi perbuatan," kata Pandra.
Pandra juga menegaskan jika Nurhayati tidak terafiliasi dengan organisasi tertentu. Tindakan yang dia lakukan dengan mengetuk pintu rumah warga murni karena masalah ekonomi yang menjeratnya.
"Dari pengakuannya juga, dia tidak terafiliasi dengan organiasisi tertentu," sambungnya.
Viral
Seperti dikutip SuaraSumbar.id, Minggu (15/5/2022), dari akun Instagram @onlinenews_idn, polisi akhirnya mengamankan sosok misterius tersebut.
Perempuan itu ternyata berinisial NHY, berusia 42 tahun, warga Kecamatan Adiluwih, Pringsewu.
Dalam foto-foto yang diunggah akun tersebut, tampak perempuan berpakaian serba putih tengah duduk bersama polisi.
Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengatakan, sudah mengamankan NHY.
"Diduga mengalami gangguan jiwa. Kami lagi menelusuri keluarganya, agar aktifitas dia tak meresahkan warga," katanya.
Sebelum diamankan, sejumlah foto dan video merekam aksi NHY yang mengetuk rumah-rumah warga pada malam hari.
Dalam unggahan itu, terlihat sosok dari ujung kaki hingga ujung kepala itu berpakaian serba putih.
Tak hanya itu, orang itu juga tidak dapat dikenali karena turut memakai kacamata hitam. Menurut keterangan, orang itu selalu berkeliaran hingga tengah malam dan mengetuk sampai menggedor pintu rumah warga.
Terlihat, sosok misterius itu memakai jubah putih seraya memikul tas berdiri di depan pintu rumah salah seorang warga kala siang hari.
"Datang dari rumah ke rumah warga hanya untuk meminta sumbangan. Bahkan sampai malam hari jam 12 malam, sampai mengganggu penghuni rumah karena oknum tersebut mematikan lampu."
Berita Terkait
-
Wanita Bercadar Putih Ungkap Alasan Minta-minta, Ternyata Terjerat Utang Belasan Pinjol
-
Wanita Berpakaian Syar'i Serba Putih Akhirnya Diamankan Polisi, Begini Alasannya
-
Sempat Diciduk Polisi, Perempuan Berpakaian Serba Putih Yang Bikin Geger Warga Lampung Sampaikan Permintaan Maaf
-
Bukannya Takut Rumah Digedor Wanita Berjubah Putih, Warga Justru Iba Kasih Nurhayati Duit
-
Sempat Gegerkan Pringsewu, Ternyata Ini Sosok Misterius di Balik Pakaian Serba Putih
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif