"Kemampuan bahasa juga bisa membuat kita lebih mandiri walau suami saya sendiri orang Australia," tuturnya.
"Misal kalau kita ke dokter atau ke bank, kalau pas suami tidak bisa ikut, kita masih bisa melakukannya sendiri," ujarnya.
"Juga berguna bila ada keadaan darurat misalnya memanggil ambulans atau polisi bila sesuatu terjadi dengan diri kita," kata Rachma.
Berkenaan dengan bahasa tersebut Rachma menjelaskan pengalaman lucu yang dialaminya berkenaan dengan kata-kata "slang' dalam bahasa Inggris.
"Suamiku biasa menyebut yesterday itu yessy. Suatu hari ada kumpul keluarga, suami dan sepupunya cowok-cowok ngomong yessy-yessy," katanya.
"Saya kira mereka membicarakan cewek lain ternyata yessy itu singkatan dari yesterday," ujar Rachma.
Membentuk jaringan sosial
Dalam pengalaman Ares Rheantoro yang bekerja di industri minyak dan gas, jaringan sosial dalam industri tersebut sangat membantu untuk mendapatkan pekerjaan.
Ares sejak tahun 2017 menetap di ibukota Australia Selatan Adelaide bersama keluarganya setelah sebelumnya pernah bekerja di Indonesia dan di ibukota Uni Emirat Arab Abu Dhabi.
"Sejak tahun 2019, saya mendapatkan pekerjaan di Darwin namun karena kemudian ada pandemi, saya banyak bekerja dari rumah di Adelaide. Namun sekarang dengan perbatasan di dalam Australia juga sudah dibuka kembali saya bisa mengunjungi proyek saya di Darwin," kata Ares yang memiliki latar belakang di teknik mesin tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa Asing di Australia Berjuang Melawan Majikan yang Curang
Ares mengatakan dari muda dia memang sudah bercita untuk sekolah di luar negeri namun baru "kesampaian "sekarang dengan tinggal di Australia lewat jalur independent skill visa, di mana karena latar belakang pendidikannya dia langsung mendapatkan status penduduk tetap (permanent resident).
"Latar belakang pekerjaan saya memang sangat spesifik di bidang pemeriksaan jaringan pipa minyak dan gas," katanya.
Apakah orang Indonesia yang mau bekerja di luar negeri perlu belajar bidang yang spesifik?
"Menurut saya di bidang teknik yang saya tekuni, untuk orang Indonesia yang punya kemampuan di bidang ini pasti dibutuhkan di sini," katanya.
Menurut Ares ada tiga model rekrutmen yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di Australia dalam mencari tenaga kerja baru terutama di bidang teknik.
"Pertama mereka yang punya pengalaman dan pendidikan lokal. Kalau mereka tidak bisa mendapatkan itu, perusahaan kemudian akan mencari orang dari dalam dulu, apakah ada yang bisa dipindahkan ke tempat lain," paparnya.
Berita Terkait
-
AllianzGI Indonesia Perluas Akses Solusi Investasi Global Berbasis USD
-
Dari UMKM ke Standar Global, Ketika Industri Kosmetik Lokal Didorong Naik Kelas
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Jelang Persib vs PSBS Biak, Apa Itu?
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Indonesia Siapkan Perpres Kepatuhan HAM untuk Perusahaan, Bakal Jadi yang Pertama di ASEAN
-
Laporan Suara.com dari Swiss: Prabowo Siap Hadir di World Economic Forum 2026
-
Dari Kenaikan PBB hingga Uang di Dalam Karung: Puncak Drama Bupati Pati Sudewo
-
Pati dan Madiun Tanpa Pemimpin Pasca OTT KPK, Kemendagri Ambil Langkah Darurat
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan