- Pembuangan sampah di Zona 4A TPST Bantar Gebang dihentikan total sejak Minggu (8/3/2026) karena bencana longsor.
- DKI Jakarta mengalihkan 8.000 ton sampah harian ke Zona 3 sambil menyiapkan dua lokasi penampungan darurat.
- Pemerintah DKI memperketat pemilahan sampah di hulu dan memacu operasional fasilitas Rorotan untuk mengurangi beban Bantar Gebang.
Suara.com - Aktivitas pembuangan sampah di Zona 4A TPST Bantar Gebang terpaksa dihentikan total pascabencana longsor yang terjadi pada Minggu (8/3/2026).
Langkah penutupan sementara ini diambil sebagai upaya mitigasi guna mencegah adanya longsor susulan di lokasi tersebut.
Lumpuhnya salah satu zona utama ini dikhawatirkan bakal mengganggu ritme pengiriman 8.000 ton sampah harian dari Jakarta.
Guna mengantisipasi penumpukan sampah di ibu kota, Pemerintah DKI Jakarta mulai mengalihkan arus truk ke Zona 3.
"Sambil menunggu Zona 4A diselesaikan," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota, Senin (9/3/2026).
Selain itu, dua titik baru di area Bantar Gebang tengah disiapkan untuk menampung beban sampah secara darurat.
"Dua zona baru sedang kami persiapkan untuk bersifat temporary," lanjut Pramono.
Orang nomor satu di Jakarta ini juga memberikan instruksi agar proses pemilahan sampah di hulu mulai diperketat demi mengurangi volume kiriman.
Operasional fasilitas pengolahan sampah di Rorotan pun kini tengah dipacu untuk segera beroperasi secara normal.
Baca Juga: Pemprov DKI Jamin Santunan Korban Longsor TPST Bantar Gebang
Targetnya, fasilitas di Rorotan mampu menyerap hingga 1.500 ton sampah per hari guna meringankan beban Bantar Gebang.
"Bantar Gebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas," aku Pramono.
Pramono pun meminta masyarakat memahami kondisi darurat ini sembari menunggu pemulihan area Zona 4A selesai dilakukan.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Jamin Santunan Korban Longsor TPST Bantar Gebang
-
Menteri LH Sorot Kegagalan Sistemik Jakarta Dalam Mengelola Sampah Bantargebang
-
Perut Kenyang, Tempat Sampah Penuh: Refleksi Makna Ramadan di Tengah Lonjakan Food Waste
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Miris! Hamil dari Hubungan Gelap, Ibu Muda Ajak Adik 7 Tahun Buang Bayi ke Tempat Sampah Pasar Nalo
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut
-
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga