- Tragedi longsor TPST Bantar Gebang terjadi Minggu (8/3/2026) sore menyebabkan empat orang meninggal dunia.
- Pemprov DKI Jakarta menjamin santunan BPJS bagi korban meninggal dari unsur PJLP DLH.
- Seluruh biaya pengobatan korban luka akibat longsor menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan kepastian mengenai nasib para korban tragedi longsor di TPST Bantar Gebang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore akibat gunungan sampah setinggi 50 meter yang luluh lantak diterjang hujan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa korban meninggal dunia dari unsur PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan menerima santunan.
"Korban yang meninggal dari PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Pramono di Balai Kota, Senin (9/3/2026).
Selain korban jiwa, sejumlah warga dan pekerja juga mengalami luka-luka akibat pergeseran material sampah tersebut.
Pramono menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
"Bagi yang luka-luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta, karena memang ini adalah hal yang pasti tidak direncanakan dan tidak diduga," tuturnya.
Berdasarkan data terkini, tercatat ada empat orang yang ditemukan meninggal dunia dalam musibah ini.
Dua di antaranya merupakan pemilik warung, sementara dua lainnya adalah pengemudi truk sampah yang sedang mengantre.
Baca Juga: TPST Bantargebang Longsor! Pramono Ungkap Pemicu Petaka Sampah Akibat Hujan Ekstrem
Terdapat pula lima orang korban luka yang dilaporkan sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat perawatan.
Hingga saat ini, pencarian masih dilakukan di lokasi longsor karena diduga ada beberapa orang yang belum ditemukan dan masih terjebak dalam timbunan sampah.
Pemprov DKI Jakarta pun menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang sebelumnya sempat terjadi juga di Januari 2026 itu.
Berita Terkait
-
TPST Bantargebang Longsor! Pramono Ungkap Pemicu Petaka Sampah Akibat Hujan Ekstrem
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Hadir di Acara Golkar, Pramono Anung Merasa Di Rumah Sendiri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
-
Pembuat Dodol Setu Babakan Curhat ke Pramono: Harus Punya Mesin, Tapi Nggak Punya Duit
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
Terkini
-
Khusus di Bali, Begini Panduan Takbiran Lebaran Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi
-
Kronologi Lengkap Pria Bekasi Jatuh dari Lantai Tiga PIM 2 Jakarta Selatan, Terekam CCTV
-
Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Baru Iran Pengganti Ali Khamenei
-
TPST Bantargebang Longsor! Pramono Ungkap Pemicu Petaka Sampah Akibat Hujan Ekstrem
-
Bencana Mahal! Meninjau Ulang Dampak Intervensi Militer AS di Dunia
-
Bahlil: Pemerintah Dukung Penuh Pesantren, Salah Satunya Lewat MBG dan Beasiswa LPDP
-
Bukti Satelit: Sekolah Putri di Iran Dihantam Rudal Berulang Kali
-
Datang Sendiri ke Bareskrim, Pandji Diperiksa Lagi soal Kasus Toraja
-
Mahfud MD Heran Gus Yaqut Jadi Tersangka: Kuota Haji Itu Bukan Kerugian Negara!
-
Tutup Sementara Zona 4 TPST Bantargebang Usai Longsor, Pemprov Jakarta Cari Titik Buang Sampah Baru