News / Metropolitan
Senin, 09 Maret 2026 | 12:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga Priyambodo)
Baca 10 detik
  • Tragedi longsor TPST Bantar Gebang terjadi Minggu (8/3/2026) sore menyebabkan empat orang meninggal dunia.
  • Pemprov DKI Jakarta menjamin santunan BPJS bagi korban meninggal dari unsur PJLP DLH.
  • Seluruh biaya pengobatan korban luka akibat longsor menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan kepastian mengenai nasib para korban tragedi longsor di TPST Bantar Gebang.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore akibat gunungan sampah setinggi 50 meter yang luluh lantak diterjang hujan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa korban meninggal dunia dari unsur PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan menerima santunan.

"Korban yang meninggal dari PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Pramono di Balai Kota, Senin (9/3/2026).

Selain korban jiwa, sejumlah warga dan pekerja juga mengalami luka-luka akibat pergeseran material sampah tersebut.

Pramono menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Bagi yang luka-luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta, karena memang ini adalah hal yang pasti tidak direncanakan dan tidak diduga," tuturnya.

Berdasarkan data terkini, tercatat ada empat orang yang ditemukan meninggal dunia dalam musibah ini.

Dua di antaranya merupakan pemilik warung, sementara dua lainnya adalah pengemudi truk sampah yang sedang mengantre.

Baca Juga: TPST Bantargebang Longsor! Pramono Ungkap Pemicu Petaka Sampah Akibat Hujan Ekstrem

Terdapat pula lima orang korban luka yang dilaporkan sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat perawatan.

Hingga saat ini, pencarian masih dilakukan di lokasi longsor karena diduga ada beberapa orang yang belum ditemukan dan masih terjebak dalam timbunan sampah.

Pemprov DKI Jakarta pun menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang sebelumnya sempat terjadi juga di Januari 2026 itu.

Load More